Putri Tidur
  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Stimmen 4
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Mo., Dez. 5, 2016
WpInfo
SACHBUCH
Rita memandangi wajah tenang, Anis, putri bungsunya yang terlihat nyaman dalam tidur panjangnya. Tiga bulan sudah sang putri tidak membuka matanya, namun terasa seperti bertahun-tahun bagi Rita menanti Anis memanggilnya kembali dengan sebutan Ibu. Rita menyesal. Ia merasa telah menyianyiakan putrinya selama ini.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Silakan Ambil Suamiku, Pelakor!
  • Takdir yang Tak Terduga
  • PutriRaja
  • Rumah Tanpa Ibu-Ayah Juno dan Ketiga Anaknya
  • The Past Between Us
  • Lana [Tamat]
  • RUNTUH (Tamat)

"Mas Arsa ... bukan aku tidak mencintaimu lagi. Hanya saja ...." Amelia Putri tidak bisa melanjutkan ucapannya karena tidak sanggup. "Hanya saja apa? Karena Prita?" Arsa kini berani menyebutkan nama wanita simpanannya saat mereka sedang sidang mediasi perceraian. Rumah tangga mereka sudah diujung tanduk dan karir Arsa pun akan hancur sebagai polisi. Video hubungan intim Arsa dan Prita Yuliana tersebar. Bukan Arsa jika tak pandai mengelak. Ia menggunakan uang keluarga besarnya untuk memusnahkan video itu. Bukan menutup mata dari apa yang dilakukan sang suami, tetapi Amelia memilih diam saat ini. Diam, agar rumah tangganya baik-baik saja. Ia tidak ingin bercerai demi anak-anaknya. Sayang apa yang dilakukannya ternyata tidak dihargai oleh Arsa dan keluarganya. Fakta sulit dan menyakitkan terpampang di depan mata Amelia. Ibu mertuanya yang selama ini dianggap menyayangi dengan tulus ternyata hanya berpura-pura. Sakit dan sesak dada Amelia ketika harus mengetahui kenyataan jika Rosa--sang ibu mertua lebih merestui hubungan Arsa dengan pelakor itu. Kini Amelia dihadapkan dengan dilema; menuntut cerai sang suami harus siap keluar dari rumah mereka berdua. "Ada calon anak kamu yang membutuhkan ayahnya kelak. Aku akan ikhlas dengan semua ini. Mari kita berpisah dan jalani hidup masing-masing." Amelia mengambil sikap tegas kali ini. "Apa?!' Arsa tidak bisa menerima kenyataan itu karena sudah jelas karirnya akan hancur. Akankah Arsa bisa meluluhkan hati Amelia setelah penghianatannya selama empat tahun? Lalu bagaimana dengan Amelia yang harus berusaha menghidupi ketiga anaknya? Akankah sosok cantik itu mampu bertahan dengan kerasnya hidup? Atau Amelia harus menyerah dan memilih hidup bertiga dengan madu-nya.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien