Beautiful Women

Beautiful Women

  • WpView
    Reads 171
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 7, 2019
The story is based on my own thinking and imagination. Please report to me if you found others who copy my story. DON'T COPY MY STORY! Vian Mehmed Aku dan dia di pertemukan secara tidak sengaja dan mungkin juga terdengar biasa - biasa saja. Aku akui perasaan itu semakin lama semakin berkembang layaknya sebuah bunga yang bermekaran dan aku tidak berpikir bunga juga bisa layu dan pergi seperti debu yang menghilang tanpa jejak, seperti kehadirannya bagaikan bunga. Sedari awal memang salahku yang membuatnya pergi di saat perasaan ini semakin dalam dan kuat. Adinda Heelshire Di satu sisi aku menyesal telah bertemu dengannya, di sisi lain aku bersyukur telah bertemu dengannya yang membuat hidupku lebih indah. Kenapa takdir harus membawaku ke dalam rasa sakit ini lagi?. Sepertinya aku tidak berhak bahagia walaupun hanya satu hari saja. Saat aku masih menjadi gadis kecil, aku berharap cepat tumbuh dewasa tetapi setelah mengatahui hidupku akan seperti ini. Aku lebih baik menjadi gadis kecil seumur hidupku dan merasakan kasih sayang kedua orang tuaku.
All Rights Reserved
#861
saudara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • please stop it!! [Ending]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • SO PRECIOUS (PART COMPLETE)
  • You're Here, But Not For Me
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Hopeless
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • SENANDIKA (Zeedel)

Peringatan!! 16+ Kembali ke masa dimana ayah dan bunda ku waktu mereka masih remaja? Ah! Tidak mungkin. Keluarga? Seperti yang kalian tahu, semua keluarga adalah tempat yang terbaik untuk pulang. Lalu bagimana dengan kita yang bernasib lebih percaya orang luar daripada keluarga sendiri? Itulah aku, Karin begitu juga dengan Raga; si anak pertama. Kini kalian tahu, aku lebih tahu. Namun ku tutupi itu semua dengan perban. Perban yang tak terlihat. Apa itu? Tertawa dan senyum. Apa aku harus pergi ke masa lalu agar bunda dan ayah bisa mencintai sedari dulu dan memperbaiki semua? Ayah memang agak keras orangnya, apalagi ayah katanya dulu anak band, namun cita-citanya harus terkubur karena tuntutan ayahnya(kakek ku). Kejadian saat konser juga dialami ayah, yang membuat ia trauma, sehingga tidak memperbolehkan anaknya untuk membuat anggota band. Ternyata bunda dan ayahku memiliki trauma masing-masing, yang membuat mereka terkadang melampiaskan satu sama lain. Peringatan🚨: •Ini cerita murni yang dibuat sendiri. •Jangan menjiplak cerita, karena ada undang-undangnya sendiri. •Jika ada sedikit kesamaan cerita, itu tidak kesengajaan, terimakasih. -salam sastra- Author by: Soraya Happy reading y'all!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines