Cinta atau Pelarian

Cinta atau Pelarian

  • WpView
    Reads 329
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 21, 2020
Bukan aku yg menahanmu untuk tetap disini tapi kamu sendiri yang selalu datang padaku dan menjeratku. Kamu yang datang dan membatasi semua ruang lingkupku. Kamu yang mengacaukan hidupku. Dan disaat aku sudah tau akan resiko sakit hati ketika bersamamu, aku tetap bersamamu, serasa tak sanggup untuk mengatakan "putus". Aku ingin kamu yg mengatakan "putus" tp kamu ta kunjung mengatakannya. Itu lah kebodohanku. - Quelene Naema Putri
All Rights Reserved
#121
pelarian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • LOSE YOU (COMPLETED)
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • Garis yang Menyatu
  • ABOUT ME & YOU ( PART II ) COMPLETED
  • ENAMOURED (UNDER CONSTRUCTION)
  • Mahligai Sunyi
  • Wanita Simpanan || Selesai
  • Resonansi Beda
  • CINTA DARI LILI

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines