Devanno & Deviana

Devanno & Deviana

  • WpView
    Reads 77,922
  • WpVote
    Votes 4,750
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 28, 2018
Devan berdeham "Oh,jadi nama kamu itu Deviana Adrianna, betul?" Yang bernama Deviana itu pun hanya mengangguk,seraya "betul pak" "Baiklah,mulai besok kamu jadi sekretaris saya" kata orang yang menjadi CEO di perusahaan Mcnoell yang jelas jelas pemilik keluarganya. Ya ia adalah Devanno Prasetyo Mcnoel. Ya memang ia adalah Pemilik perusahaan Mcnoell milik keluarganya yang sudah menaik pesat. Dan ia juga menjadi CEO di perusahaannya. Wajahnya yang tampan dan berkharisma. Bagaimana tidak kaum hawa tidak tergoda padanya? Sayangnya,diumur 25 ini ia sudah memiliki Anak. Dan ia single parent. Beruntung anaknya sudah menginjak 5 tahun. Dan sangat disayangkan ia berbicara kepada lawan jenisnya sangatlah singkat "Bapak bercanda" kata Deviana sambil terkekeh Devan hanya berdeham "Saya gaada waktu buat bercanda sama kamu,Deviana" "Panggil saya Devina aja pak,Deviana terlalu panjang. jika itu saja yang ingin bapak sampaikan. Saya--" Devanno hanya mengangguk singkat "Tunggu" "Ya pak?" "Saya minta kamu setelah ini kemasi barang barang kamu yang ada di ruangan kamu dulu. Jadi kamu besok sudah ada diruang sekertaris itu,mengerti?" Deviana atau bisa disapa Devina itu menganggu mengerti "yasudah pak,saya permisi" Jantung deviana berdegup kencang karena ia sekarang sudah resmi menjadi sekretarisnya CEO yang pemilik perusahaannya itu. Bagaimana kelanjutannya? Kalian gaada yang tahu,hanya Allah dan saya yang tahu. Ehehe
All Rights Reserved
#42
singleparent
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Mas Duda
  • Hanya Untukmu
  • Di Dalam Sangkar [COMPLETED]
  • The CEO's Obsession
  • Single Mommy (LENGKAP)
  • i hate you bossy!
  • Senorita in Trouble
  • You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS]

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines