Memories in Rain

Memories in Rain

  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 10, 2016
Dunia terasa hampa seolah semua orang meninggalkanku, suara rintik hujan terdengar merdu di telingaku. Bahkan, dinginnya udara terasa hangat di kulitku. Dimana dirimu? Apapun yang kualami, yang kurasakan hanyalah merindukanmu, setiap detik, dan tahun.. Ini bukan hal yang kuingini, namun aku merasa takdir mengendalikan hati dan tindakanku. Bukankah banyak pria di dunia ini? Mengapa hanya dirimu yang mampu membuatku jatuh sedalam ini, dapatkah dirimu mengalami jatuh seperti yang kualami? Kekuatan gravitasi macam apa yang kau miliki? Teori apa yang dialami oleh hatiku? Berdegup kencang seolah akan melompat keluar, terasa remuk dan perih seolah terkikis oleh suatu energi yang panas dan menghasilkan air mata.. Cinta? Kaukah itu? Mengapa kau memanfaatkan hatiku sekejam itu?
All Rights Reserved
#248
tears
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Tangled Hearts
  • Felicia> Januari With You
  • Bukan Salahnya Hujan (Completed)
  • Cuaca
  • Cintai Aku Pak
  • Halaqah Rasa
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Regrets of Love

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines