Late
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 20, 2017
"Gue rasa kita bisa mencoba," ujar seorang pemuda berpakaian putih abu-abu kepada seorang gadis yang kini tengah menghadap taman sekolah. "Gak bisa.Gue gak bisa." jawab sang gadis bernama rena ini dengan tegas. "Sekarang apa lagi salah gue ke lo?" pertanyaan yang dilontarkannya mampu membuat rena balik badan. "Lo atau gue gak ada yang salah.Kita cuma terlambat," jawab rena yang sukses membuat pemuda tadi mengerutkan dahinya tanda bingung. "Maksud lo,apa?" "Ya,kita udah terlambat.Terlambat menyadari bahwa kita udah mencintai orang yang salah," jawab rena sambil melenggang pergi dari hadapan pemuda tadi. "Gue tau lo butuh waktu,luka hati kita sama-sama belum kering.Gue akan tetep tunggu lo,Ren."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Bilang Pada Tuhanmu" ~The End~
  • (END) I am the dead white moonlight
  • (End) Saya bertani dan membesarkan suami saya di zaman kuno
  • [END] Love You Just Like This
  • Love in Difference
  • Cause No Body's Perfect
  • ✓ Aku mengandalkan penjahat untuk melanjutkan hidupku

Sosok gadis melangkahkan kakinya menjauhi sebuah bangunan yang begitu megah dan mewah. "Tunggu!" jerit seseorang. "Kamu mau kemana?" tanya pemuda itu. "Tidak!" singkat gadis itu sembari menundukkan pandangan. "Maaf! Aku hanya..!" gadis itu belum selesai bicara. Namun pemuda itu nampaknya begitu erat memegang tangannya. "Tolong lepaskan!" jeritnya. "Aku mau tahu jawaban darimu! Mengapa kamu menangis dan mengapa kamu tidak datang ke hari ulang tahunku!" ucap pemuda itu serius. "Astagfirullah! Demi Allah! Tolong lepaskan! Tolong jangan pernah mencari diriku lagi!" ucap gadis itu menghempaskan tangannya. "Kenapa? Apakah salah aku mencarimu? Aku selalu memikirkan dirimu!" ucap pemuda itu yakin. "Tolong jangan pernah! Kita takkan bisa bersama! Walau bagaimanapun kita berusaha! Kalau Allah berkata tidak! Kamu bisa apa? Allah membenci apa yang kita lakukan sekarang! Kamu hanya teman! Bukan lebih! Aku tidak menaruh harapan lebih padamu!" " gadis itu sedikit membentak dirinya. "Kalau aku mengganti agamaku! Apakah kamu mau menerima diriku?" ucap pemuda itu spontan. ••••••••••••••••••••

More details
WpActionLinkContent Guidelines