We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Atas Nama Cinta dan Cita-cita

Atas Nama Cinta dan Cita-cita

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Aug 12, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Berdiri tegak, meski rapuh tak dapat dielak. Kerja keras sekuat tenaga meski sempat tergerus malas. Tak bernaungan kesamaan, namun sesama berumpat tuk perang akan lawan, lalu harap menang! Jauh memang, namun jarak pandang kita tak akan terputus lebus. Biar doa yang selalu menjadi hubungan kedekatan, meski tangan tak berjabat, selalu ada niat dan tekat yang ku genggam erat. Baik Tuhan siapkah Engkau kirimkan seribu kebaikan dan pertolongan untuk kita, ya kita yang saat ini berjuang atas nama cinta dan cita-cita. *** Si Mbok tertelan iba, kian berdiam diri sembari membelalakkan mata hatinya saat akan menyampaikan rangkaian kata kepada Genduk Manis(GeMa) kepunyaannya. Nafas sudah diatur sedemikian baiknya, meski batinnya tak sampai tuk menyampaikan. Namun ini kudu dibicarakan dengan GeMa. "Woalah to nduk, nduk. Kekarepanmu kok gede temen. Si mbok mung biso nyambut gawe serabutan ngene ki. Ning ojo dadi cilik e atimu, si Mbok dedungo Mugi Allah ngijabahi kepengenan mu yo nduk..." GeMa pun tertegun anggun dalam tunduknya. Sedangkan, tangannya sibuk membasuh linang air mata.
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BHS
  • Love Setan(FINISH)
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • Bulol [NOMIN]✔
  • PERGI TANPA PILIHAN
  • De Caelum
  • Torang dan Lautan
  • 27 FEBRUARI
  • Langit Yang Merenggut Cinta
BHS

"Setiap manusia pasti punya kecewanya masing-masing, maka hal besar yang wajib dihindari adalah dengan tidak menaruh harapan pada manusia lainnya". "Paham kan sama apa yang Oma bicarakan nduk, le ?". "Rio sih paham Oma, tapi sedikit hehe" sementara Disa hanya mengerjapkan matanya ketika berusaha mencerna nasihat yang Oma nya berikan. "Emmm kalo sekarang sih Disa gak paham Oma, tapi kalo besok besok aja pahamnya gak apa-apa kan ? Disa kan masih kecil Oma, belum pintar kayak bang Rio" "Halah Disa mah pahamnya cuma eskrim mochi Oma, kalo yang kayak ginian otaknya gak bakalan nyampe" "Bang Rio apaan sih, kan emang aku masih kecil mana ngerti yang begituan. Liat nih umur aku tuh masih 7 tahun". Disa menunjukkan jarinya tapi tidak sesuai dia bilang 7 tapi jari yang ditunjukkan ada 8 "Itu delapan peak". Rio hanya bisa memutar bola matanya jengah Oma yang melihat kedua cucunya pun hanya terkekeh "Iyaa kalian memang masih kecil, tapi kan tidak ada salahnya menerima nasihat dari Oma. Mumpung Oma masih ada". Setiap nasihat yang Oma nya berikan memang mengandung kalimat-kalimat bijak dan mungkin lebih cocok untuk orang yang lebih dewasa. Namun tidak menutup kemungkinan jika suatu saat cucunya yang masih kecil-kecil itu akan selalu mengingat nasihat yang diberikannya. Berharap pada manusia memang hal yang harus dihindari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines