We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SUPER ERLYNA

SUPER ERLYNA

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 21, 2016
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Kalian telah berhasil menolong orang-orang dari Monster Pulau Cengat.Kalian mendapatkan SIM dan bisa menjadi anak super,tetapi tidak boleh sombong dan tetap jadi rahasia kalian saja kalau sudah di kota," kata paman Vica di depan warga desa pinang dan guru-guru sekolah Super Little Star. SWING! Tiba-tiba ... entah dari mana,tiga buah lencana terbang menghampiri aku,Acia,dan Dylob. Paman pasti mendatangkannya dengan memakai telekinetis. Kami menerima lencana itu dengan gembira. Semua orang bersorak dan bertepuk tangan. Aku melihat lencanaku, warna kuning emas, tulisannya timbul "Super Erlyna" di atasnya. Hmmm ... siapa sih,anak super yang mendapat lencana bertuliskan Super Erlyna itu? Peristiwa seru apa saja yang dialaminya? Dimanakah sekolah Super Little Star tempat ia dan dua temannya, Acia dan Dylob, belajar?
All Rights Reserved
#611
cerita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata
  • Thrilling Life With Vampire #Book 1
  • The Scrivener's Curse
  • Awakening in a fantasy world
  • Mazna X Adara [Air Dan Api] (Completed)
  • Sera's Transmigration: Perfect Mother
  • LFS 2 - Red String [END]
  • Langit Malam Bersamamu
  • Jejak Di Lorong 4A

Saat aku masih kecil-sekitar usia tiga tahun-aku belum mengerti bedanya mana yang nyata dan mana yang tidak. Dunia terasa seperti tempat bermain yang luas, dan aku menghabiskan banyak waktu di rumah karena musim hujan. Suatu hari, aku bertemu seorang anak kecil seumuranku berdiri di depan rumah. Kami bermain, tertawa, seperti teman biasa. karena aku masih kecil secara otomatis tidak mengetahui teman ku ini ternyata sesosok yang tak kasat mata dan anehnya hanya aku yang bisa melihat 'dia', teman pertama ku. Yang paling aku ingat adalah sosok ular besar yang muncul di dekat rumah. Bukannya takut, aku malah mendekatinya dan mengusap sisiknya. Aku bahkan sempat bicara dengannya-dan dia menjawab dengan lembut, "Ojo wedi ya nduk cah ayu. Aku uduk kewan seng jahat. Aku mung kepengen dulinan karo putuku seng ayu iki." Aku tidak tahu waktu itu kalau semua itu tidak biasa. Aku hanya seorang gadis kecil yang merasa punya teman bermain. Tapi semakin aku tumbuh, semakin aku sadar... mereka tak pernah benar-benar pergi. Inilah kisah tentang tempat aku tumbuh. Tentang lima teman yang tak kasat mata. Tentang hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dengan logika-tapi nyata bagiku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines