Unforgettable Love

Unforgettable Love

  • WpView
    GELESEN 1,014
  • WpVote
    Stimmen 4
  • WpPart
    Teile 15
WpMetadataReadErwachseneninhaltLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Jan. 17, 2017
Apa jadinya jika dirimu jatuh cinta kepada seseorang yang tidak boleh kamu cintai dan dia adalah milik orang lain? bagaimana jika cinta itu tumbuh di saat hatimu penuh dengan luka dan rasa sakit yang tertinggal sehingga menyisakan trauma begitu dalam pada jiwamu? Mengapa dia datang di saat dirimu terjatuh begitu dalam....saat kamu merasa tidak memiliki lagi harga diri, terinjak dan teraniaya secara fisik dan mental? ketika pengorbanan dan dedikasi hidupmu tidaklah dihargai dan diakui, sedangkan dirimu mencurahkan seluruh perhatian untuk pasangan dan keluargamu, tapi yang kau terima hanyalah hinaan dan cemoohan? "Dia membangkitkan sosok wanita yang telah lama terkubur.....Aku mencintainya tulus dari dalam hatiku meski menyakitkan, dan aku takkan bisa lagi berpaling" Maziya Ihda Hanifa Aku memujanya sejak setahun yang lalu....Ketika ia menolongku membayar biaya fotokopi berkasku karena aku tidak memiliki uang kecil. dengan senyumnya ia bersedia membayarnya. Dia cantik, dan senyumnya pun seperti malaikat. sejak pertama melihatnya aku langsung menyukainya. Sifatnya yang sangat ceria dan banyak bicara mempesonaku. Dia pandai bergaul dan menyatu dengan siapa saja....Semula aku mengira dia masih sendiri. dan ternyata aku salah. Saat kudengar ia sudah memiliki keluarga dan pasangan hidup. Aku sangat kecewa...Dan aku pun sadar, ia terlalu sulit untuk di jangkau. Namun hatiku yang sudah terlanjur jatuh...tak bisa kuperbaiki lagi. Aku terlalu terpesona dengan senyumnya dan dirinya. Baru kali ini aku jatuh cinta begitu dalam..... Dan ini salah....Amat salah.... Bisakah aku memegang tanggung jawabku terhadap keluargaku dan menjaga hatiku yang telah terpaut padanya sehingga takkan bisa beralih lagi? Aku mencintainya sebesar semesta...... Aku menyayangi dan ingin melindungi keluargaku sebesar itu pula. Bisakah aku menjalani keduanya??? Habib Ar-Rayyan (Ryan)
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Mahligai Sunyi
  • Why Did Everyone Avoiding Me?
  • CINTA & HARTA(tamat)
  • tentang sebuah rasa
  • Disguise... [END]
  • Angel To Raya (END)
  • TEOLOGI CINTA
  • Hunaif Love Hanifa...???

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien