We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
NIANA TROUBLE

NIANA TROUBLE

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 9, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"kepercayaan ayah sudah hilang" Bukankah sudah sangat lama sekali ayah ? kau selalu mencurigaiku,kau mencurigai teman-temanku.tapi kenapa ucapan itu membuatku merasa seperti benar benar di tikam sebuah senjata. Sampai aku tak bisa mengatur nafasku.aku tak habis fikir,seketika aku merasa seperti benar-benar hancur,tidak. Aku benar-benar sangat hancur,ini sangat nyata. Ucapan ayah sangat berpengaruh seperti narkoba. Apa yang terjadi dengan kalian? Apa yang kalian inginkan dariku? Tak satupun ku dengar cerita bahagia saat aku lahir. Di keluarga ini akulah yang terburuk ! Mengapa ayah harus menukarku dengan uang? Mengapa tidak langsung bunuh saja bayimu ! Bahkan,saat aku sudah dewasa,mereka tak mengizinkanku untuk mencari kebahagiaanku. Apa perceraian kalian karna aku ? atau kalian terpaksa menikah karna ada hadirnya aku? Aku tak memintanya sama sekali. Aku ingin bahagia ayah,aku berjanji tak akan menjadi wanita sialan yang kau nikahi 18 tahun lalu. Aku berjanji.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • What Is The Meaning Of Waiting? -END-
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • IF YOU
  • Edelweiss Gugur di Musim Semi
  • Sekali Lagi (End)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Di Bawah Langit yang Sama, Tanpa Jejakmu
  • REGATHAN [END]
  • THE BADBOY [TAMAT: PART LENGKAP]

Terlalu sulit untuk melupakan semua kenangan dulu yang membekas di otak ku. Perasaan dulu yang membuat ku merasakan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya jika di dekatnya. Itu hanya dulu. Kini semunya telah berubah. Kini dia telah tiada untuk selamanya. Dia yang dulu selalu menemaniku, setia mendengarkan ocehanku, yang membuat ku tertawa akibat kelukannya, semuanya telah tiada. Dia sempat pergi sementara. Tapi sekarang dia pergi untuk selama-lamanya. "Kenangan tidak akan pernah pergi, ia ada tersimpan di dasar hati. Dia tak berkata, hanya bisa menyampaikan lewat rasa."

More details
WpActionLinkContent Guidelines