NIANA TROUBLE

NIANA TROUBLE

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 9, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"kepercayaan ayah sudah hilang" Bukankah sudah sangat lama sekali ayah ? kau selalu mencurigaiku,kau mencurigai teman-temanku.tapi kenapa ucapan itu membuatku merasa seperti benar benar di tikam sebuah senjata. Sampai aku tak bisa mengatur nafasku.aku tak habis fikir,seketika aku merasa seperti benar-benar hancur,tidak. Aku benar-benar sangat hancur,ini sangat nyata. Ucapan ayah sangat berpengaruh seperti narkoba. Apa yang terjadi dengan kalian? Apa yang kalian inginkan dariku? Tak satupun ku dengar cerita bahagia saat aku lahir. Di keluarga ini akulah yang terburuk ! Mengapa ayah harus menukarku dengan uang? Mengapa tidak langsung bunuh saja bayimu ! Bahkan,saat aku sudah dewasa,mereka tak mengizinkanku untuk mencari kebahagiaanku. Apa perceraian kalian karna aku ? atau kalian terpaksa menikah karna ada hadirnya aku? Aku tak memintanya sama sekali. Aku ingin bahagia ayah,aku berjanji tak akan menjadi wanita sialan yang kau nikahi 18 tahun lalu. Aku berjanji.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Edelweiss Gugur di Musim Semi
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
  • Paradise
  • Di Bawah Langit yang Sama, Tanpa Jejakmu
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Sekali Lagi (End)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines