Yang Luruh Satu-satu (Tamat)

Yang Luruh Satu-satu (Tamat)

  • WpView
    Reads 617
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 15, 2017
Di mana kau sembunyikan airmata, wahai gadis...? Di mana kau simpan kecewa...? Di balik raut yang tanpa riak...? Atau di balik senyum tipis nan tulus...? Kisah Rinda yang tabah... Yang mampu menyembunyikan kesedihan dan kekecewaan di balik ketenangan dan senyuman... Tapi suatu ketika ketabahannya kembali diuji... ================================================================ Ini adalah tulisan pertama saya yang dimuat di majalah remaja jaman dulu yang kebanyakan berisi cerita fiksi, Anita Cemerlang, tepatnya Dimuat di Anita Cemerlang Vol. 330 tgl. 19-28 Maret 1990... (Waduh, tua banget, ya... ! Hehehe... Emang...! Kan, saya emang menulis Jadul... Persamaan kata tua... Hehehe...) Sebenarnya, saya mengirimkan banyak kisah fiksi ke majalah tersebut, dengan menggunakan berbagai nama samaran atau nama pena. Eh, yang dimuat pertama adalah ini yang menggunakan nama Lin Lin. Maka nama itulah yang seterusnya saya gunakan... Stop...! Kok, jadi panjang banget curhatnya...? Ok, khusus edisi curhat penulis jadul, entar bikin tersendiri aja... Pokoknya, terimakasih bagi yang mau membaca cerita jadul ini... Semoga engga keracunan... hehehe... Semoga bernafaat maksudnya...!
All Rights Reserved
#450
sadness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Antologi Cerpen & Cerbung (Kumpulan Cerita Pendek)
  • KALINDRA
  • BATU
  • [END] SHORT STORIES
  • Abu Abu [ completed ]
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Duo Berandal yang Terculik✔
  • SEBUAH USAHA MENCINTAI

Kapan nikah??? Mungkin bagi Linda itu adalah pertanyaan tersulit di abad ini untuk dijawab selain pertanyaan dimana sebenarnya jasad I Gusti Ketut Jelantik dikebumikan. Kurangkah dia berikhtiar? Lalu apa namanya kegiatan blind date yang harus Linda lakoni setiap akhir pekan selama empat bulan, tentu atas prakarsa sang Mama tercinta. Apa juga salah Linda jika hingga saat ini tidak menemukan sosok pria dari pasangan Blind date yang cocok. Giliran Linda merasa cocok malah si pria yang merasa tidak cocok. Apalagi tidak jarang justru pria aneh yang ditemuinya. Walaupun memang kelakuan murid - muridnya jauh lebih aneh. "Mama nggak mau tahu, pokoknya kamu harus ketemu anak temen mama weekend ini. Nggak ada alasan, Titik!!!" "Please Mama, Linda capek, libur dulu deh dua Minggu yaa... yaa... pulang ke Bandung weekend itu bikin darah tinggi, macet parah Mama!" "No... No... No!!!" "Mama... Ah pusing... Linda mending kabur aja!!!" "Ide bagus itu, kalau bisa pergi ke tempat yang Mama nggak bisa hubungin kamu!!! Yang jauh biar kamu sekalian dipecat jadi ASN!" Percakapan antara aku dan Mama yang berjarak sekitar 152 km itu dalam sekejap berubah berjarak ratusan tahun. Aku akhirnya benar-benar berada di tempat yang tak akan terjangkau bahkan oleh Mama. Berada di kerajaan dengan catatan sejarah paling berdarah. Apakah aku telah dikutuk oleh ibuku seperti Malin kundang? Atau karena namaku MALINda Rengganis Puteri, jadi nasib kamipun sama? "MAMA... LINDA MAU PULANG!!!" PERHATIAN!!! Jangan terlalu mempercayai apa yang anda baca. Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada beberapa kesamaan nama, tokoh, karakter, tempat, waktu dan peristiwa berarti sebagian cerita diangkat dari kisah nyata dalam sejarah.Tidak ada kesengajaan untuk membuat kontroversi tetapi hanya bermaksud sebagai hiburan semata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines