We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pensil
  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 19, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Bukan siapa-siapa. Hanyalah sosok dari kata "kecewa" yang kebetulan memiliki sepasang tangan dan kaki. Disebut sebagai istimewa adalah suatu kehormatan yang luar biasa dalam hidupku, sesuatu yang tidak mungkin. Sama halnya seperti dicintai. Bagaimana caranya aku membuat orang lain mengerti diriku jikalau aku sendiri tidak demikian? Bagaimana caranya aku membuat orang lain menyukaiku jikalau aku sendiri membenci pantulan yang kulihat di kaca setiap harinya? Sebanyak apapun materi yang kubeli dan uang yang kuhambur-hamburkan tidak akan mampu memuaskan kebutuhan yang tidak pernah sanggup kuucapkan dengan kata-kata. Aku tidak pernah mengerti. Tapi tidak dengan kamu. Kamu tidak butuh aku untuk mencintai diriku sendiri terlebih dahulu, untuk menerimaku. Kamu tidak butuh aku untuk mengerti diriku sendiri terlebih dahulu, untuk memahami apa yang sedang kurasakan. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku merasa diterima." = Pensil, 2016 = Dua anak kembar non-identik, Mentari dan Bintang. Mentari, yang tidak mencerminkan namanya. Bintang, yang seringkali tidak merasa bahwa Mentari adalah kembarannya. Mentari tidak ingin disama-samakan dengan Bintang. Mentari yang kuat, Bintang yang rapuh. Mentari yang berusaha, Bintang yang dikagumi. Cerita keduanya dimulai saat mereka masih sangat kecil, di tempat yang ditakuti oleh anak kecil seusia mereka pada umumnya-rumah sakit. Rumah sakit bukanlah "rumah" yang menyenangkan, tetapi tidak bagi Mentari yang menemukan secercah harapan untuk pertama kalinya disana. Kebahagiaan kecil, namun berarti. Yang terus ia dekap erat-erat seiring berjalannya waktu. Seorang malaikat tanpa sayap. Selamat datang dalam satu dari ribuan kisah, tentang persaudaraan dan keluarga, mimpi serta harapan, derita maupun luka, kebahagiaan dan sukacita, dan tidak lupa-cinta itu sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Different Page [Complete]
  • ANNOYING KOMANDAN {END} ✓
  • Pastry Love Story
  • Bintang, langit dan matematika
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Mentari Tanpa Sinar
  • M E N T A R I
  • Untuk Bintang

"Wah, kayaknya kita emang ditakdirin ketemu. Daritadi kita ketemu terus, iya nggak? Baru hari pertama padahal." - Ray dihari pertama kelas XI - Satu lembar kehidupan Tere menunjukkan wujudnya. Tere tidak menyangka bahwa satu keputusan bisa membuat kehidupannya berubah drastis. Tere yang selama ini hidup dengan penuh beban tanggung jawab dan kesulitan finansial, tiba-tiba diberi kemewahan yang seumur hidup tidak pernah ia rasakan. Tidak hanya itu. Sekarang ia bahkan tinggal bersama seseorang yang bisa dibilang 'artis' di sekolahnya. Dan anak itu... Apakah ini memang benar-benar takdir?

More details
WpActionLinkContent Guidelines