APA
  • WpView
    Reads 423
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 11, 2016
tergores pena ini menulis di ke kakuan kertas, setiap goresan di saksikan air mata, aku tidak lah seorang peramu dan menggulai makna-makna kehidupan hingga menjadi satu kisah indah aku tidak lah sang istimewa dari beribu nyanyian cinta yang tlah tercipta, ujung bulu dawat ku tajam hingga tak semua orang paham , aku bukanlah pengobral sayair-syair merdu roman picisan aku hanya sebuah pena pengukir jalan kehidupan dalam hati sang sunyi sampai ku mengerti apa itu kakunya kertas
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rintik jadi Luka
  • Rasa Yang Tidak Tersampaikan
  • Troublemaker (Selesai)
  • Dibalik Diam.
  • KAIFA HALUKI??
  • Curahan Hatiku
  • Coretan Kecilku Untukmu #wattys 2019
  • Mengenal Sebuah Keindahan
  • Light After Darkness  {OHMNANON}
  • The Unavoidable (Greyson Chance Love Story) (EDITING)

tiap rintiknya kubiar lepas, menerjang rindu yang enggan terhempas. mungkin nanti saja ku ambil peran, sebelum itu akan ku biarkan luka kita tetap berkesan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines