tergores pena ini menulis di ke kakuan kertas,
setiap goresan di saksikan air mata,
aku tidak lah seorang peramu dan menggulai makna-makna kehidupan hingga menjadi satu kisah indah
aku tidak lah sang istimewa dari beribu nyanyian cinta yang tlah tercipta,
ujung bulu dawat ku tajam hingga tak semua orang paham ,
aku bukanlah pengobral sayair-syair merdu roman picisan
aku hanya sebuah pena
pengukir jalan kehidupan dalam hati sang sunyi
sampai ku mengerti apa itu kakunya kertas
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
tiap rintiknya kubiar lepas,
menerjang rindu yang enggan terhempas.
mungkin nanti saja ku ambil peran,
sebelum itu akan ku biarkan luka kita tetap berkesan.