Sweet Seventeen //PAA(2)

Sweet Seventeen //PAA(2)

  • WpView
    Reads 685
  • WpVote
    Votes 112
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 23, 2020
Si ganteng yang menyukai si manis. Si manis membenci si ganteng tapi tetap menjadi teman baiknya. Si manis juga menyukai si pandai. Si pandai yang sudah menjadi pacar si cantik. Si cantik yang menyimpan rasa pada si ganteng. Cerita masa putih abu-abu yang sedikit membingungkan karena rasa suka yang timbul di hati anak-anak remaja. P.s : Kalau suka silakan baca. Add ke library kalian. Tunggu jadwal update-nya. Kalau sudah dibaca sampai akhir jangan lupa pencet bintang. Biar aku seneng 😂 Start : 25 Oktober 2018 Finish :
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Sunyi
  • Troublemaker Boy
  • Love Life Friendship
  • My Sugarman
  • DENIAL
  • Filosofi Kaktus [Selesai]
  • Our Story [END]
  • Sunyi yang Menyatukan
  • Boleh Aku Gandeng Tanganmu Nanti?
  • COMPLICATED LOVE ✔ Wattys2019

Arunika, gadis ceria yang selalu tampak kuat di hadapan teman-temannya, menyimpan luka yang tak terlihat. Di rumah, ia merasa asing dengan kedua orang tuanya-seolah menjadi tamu di tempat yang seharusnya ia sebut rumah. Kakak yang paling ia sayangi telah pergi meninggalkannya, membuat rumah terasa semakin sepi. Satu-satunya tempatnya bersandar adalah sang oma, wanita yang selalu menghangatkan hatinya dengan kasih sayang tanpa syarat. Namun, takdir kembali menguji Arunika. Evan, sosok yang ia percaya akan selalu ada, justru membuatnya kecewa. Dan ketika dunia terasa semakin berat, oma yang paling ia miliki pun pergi meninggalkannya selamanya. Di sekolah, Arunika masih mencoba tersenyum, seolah tak ada yang terjadi. Ia berusaha tetap tegar, meski hatinya perlahan terkikis oleh kehilangan demi kehilangan. Namun, di balik senyum yang ia tunjukkan, ada satu tempat di mana ia bisa benar-benar menjadi dirinya sendiri-danau yang tenang, tempat pelariannya dari dunia yang terus melukainya. Di tepi danau itulah, Arunika merangkai ulang kepingan hatinya yang hancur. Tapi, sampai kapan ia bisa bertahan? Akankah Arunika mampu melewati semuanya dan menemukan kembali cahaya di hidupnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines