Tentang Kila

Tentang Kila

  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 9, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Arkila Shanina Araila, seorang gadis berambut panjang yang menyukai teman seangkatannya sendiri. Namun bukannya disambut, ia malah merasa dijauhi. Tapi tidak berhenti sampai disitu, Arkila masih tetap menyukai orang itu tanpa berkurang sedikitpun. Tak memedulikan hatinya yang tersakiti. Tetapi, ternyata bukan hanya dirinya yang tersakiti. Ada satu orang lagi, siapakah dia?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LALA
  • Nathalea
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • PROMISE
  • Diary Raka [Selesai]
  • Senja yang Terlewatkan
  • Naura & Lukanya
  • HANYA AKU DAN KAMU
  • Hiraeth || Huang Renjun (SUDAH TERBIT)
  • Melati dan Senyum Arjuna [End]
  • Aran
  • THE TWINS
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • Rapueenla
  • verlies
  • TRAUMA
  • TEMAN?
LALA

Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines