Story cover for Through With You by TereshaClarke
Through With You
  • WpView
    LECTURAS 2,632
  • WpVote
    Votos 36
  • WpPart
    Partes 10
  • WpView
    LECTURAS 2,632
  • WpVote
    Votos 36
  • WpPart
    Partes 10
Continúa, Has publicado dic 10, 2016
Tiga orang yang ingin kubunuh jika membunuh itu tidak dosa dan tidak melanggar hukum adalah: sepupuku Valenina si wanita ular, mantan pacarku Marcello si buaya muara, dan mas mas 'audi' driver transportasi online yang ngeselin setengah mati
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Through With You a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#768chicklit
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
TRIPLETS J [ ON GOING ] cover
Silent, Please! (Re-up) cover
Pacarku Gay? (SUDAH TERBIT) cover
THE GIRLS INSYAF AND SECRET HUSBAND || End  cover
Crush On Bad Girl || Jay cover
✿Ⓘ ⓗⓐⓥⓔ ⓐ ⓒⓡⓤⓢⓗ ⓞⓝ ⓨⓞⓤ✿[END] cover
REVENGE TIME cover
Cinta dari Gus Ali cover
VALOROUS  cover
SEVEN SHOTS cover

TRIPLETS J [ ON GOING ]

18 partes Continúa

[ JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW TERLEBIH DAHULU, SEBELUM MEMBACA YA! ] SEQUEL - IBU ANTAGONIS Dina Gantari, seorang model dan istri dari CEO perusahaan ternama. Lahir dari keluarga sederhana membuatnya tidak pernah berpikir akan jalan hidupnya sekarang. Mengulang masa lalu yang begitu menyakitkan agar keluarga menjadi bahagia mampu membawanya merasakan kehamilan untuk yang kedua kalinya. Namun, kelahiran yang kedua itu tidak hanya dititipkan satu malaikat kecil, melainkan ada tiga malaikat kecil dengan dua anak laki-laki dan satu anak perempuan Mereka adalah tiga kembar yang tidak bisa diam dan ada saja tingkah yang selalu membuat orang disekitarnya menggeleng heran. Junaidi Arkawijaya, Jainudi Arkawijaya, dan Jovita Arkawijaya. Kisah mereka layak untuk diketahui oleh orang-orang disekitaran mereka. "Hidup tenang? Apa itu? Akan aku bakar dunia ini!" - Jovita Arkawijaya. "No comment, saya hidup untuk keluarga." - Junaidi Arkawijaya. "Kita hidup damai dalam keluarga, yang bukan keluarga ajak ribut saja." - Jainudi Arkawijaya.