My Commuterline Stories

My Commuterline Stories

  • WpView
    Membaca 182
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Des 10, 2016
Jadi anak kereta memang harus siap fisik. Selain harus tahan berdiri lama, desak-desakan, senggol-senggolan, gesek-gesekan, sikut-sikutan, dorong-dorongan serta injek-injekan, kemampuan lari dan lompat bakal membuat seseorang menjadi anak kereta yang komplet dan tangguh. Inilah sekelumit kisah nyata tentang kehidupan dalam KRL Commuterline Jabodetabek yang kadang dianggap kejam tapi dibalik itu banyak menyimpan kisah haru, konyol bahkan kisah nggak penting.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#47
kereta
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kisah Asmara Kaum Rebahan Vs Tukang ngambek
  • Di Stasiun Itu
  • SINDROM KANDAS MENAHUN [Akan Terbit]
  • Mr. D [ Kisah Nyata KKN ]
  • LOVE in SILENCE
  • Kadal Licin Putih Abu-Abu
  • Dated; Engaged [COMPLETED]
  • No Status Status [COMPLETED]

Pernah enggak sih ngerasa kalau hidup itu bener-bener kayak roller coaster? Kadang di atas, kadang di bawah, kadang muter-muter enggak jelas. Nah, hidup gue kayak gitu. Apalagi sejak kenal dia. Nama gue Arka. Panggil aja Arka, atau kalau mau lebih akrab ya Beb. Bercanda. Gue ini tipikal kaum rebahan sejati. Mikirnya simpel, kalau bisa selonjoran kenapa harus berdiri? Kalau bisa delivery, ngapain harus keluar rumah? Target hidup gue cuma satu: selow. Main game, nonton film maraton, atau scroll TikTok sampai jempol keriting. Intinya, dunia ini diciptakan buat dinikmati dari kasur. Terus, datanglah dia. Nama aslinya Kirana, tapi gue lebih sering manggil dia, "Si Ngambek." Beneran deh, cewek ini moody-nya juara dunia. Dari hal sepele kayak gue lupa balas chat lima menit aja, sampai gue salah milih topping martabak, pasti ujung-ujungnya ngambek. Ngambeknya itu enggak yang drama nangis guling-guling sih, cuma bikin suasana jadi horor. Senyap. Aura dingin. Ngeri. Kadang gue mikir, apa ini hukuman Tuhan karena gue terlalu mager? Kok bisa-bisanya gue nyangkut sama cewek yang punya skill ngambek di atas rata-rata? Rasanya pengen nyerah aja, pengen kabur ke goa terus rebahan di sana seumur hidup. Tapi entah kenapa, setiap dia ngambek, ada aja sisi gemesnya. Setiap dia ngomel, ada aja kata-kata yang bikin gue senyum sendiri. Hubungan kami itu kayak komedi situasi yang enggak ada habisnya. Gue si rebahan yang ogah gerak, dia si tukang ngambek yang segala dirasain. Kayak yin dan yang yang salah jalur, tapi entah gimana, kami malah nyatu. Dan inilah kisah kami. Kisah asmara kaum rebahan dan tukang ngambek. Siap-siap aja, kadang bikin ketawa, kadang bikin pengen jitak kepala gue sendiri.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan