Trust Me

Trust Me

  • WpView
    Leituras 133
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jan 7, 2017
Stevant Ryant, yang sehari-harinya nongkrong di Tongkrongan Reman, beradu jotos dengan teman sendiri, dan kebiasaannya main uno, membuat racikan hebat tentang bagaimana cara memerahkan wajah orang menjadi bintik-bintik merah hanya dengan bedak. Jika ia bisa semua yang bersifat 'laki', bagaimana jika ia menguji 'kelakiannya' tersebut? Dengan Anindya, ia rela membiarkan mukanya babak belur oleh Papahnya. Dengan Anindya, beban tanggung jawabnya bertambah. Dengan Anindya, masalah datang hanya dengan satu perbuatan. Masalah yang dari dulu tidak pernah pudar itu menjadi masalah yang melibatkan seorang Stevant Ryant. Stevant masuk kesana. Ke Gang yang benar-benar membuatnya Nyaman tetapi membuat semua orang risih karena itu. Bagaimana jika satu orang mempunyai rencana besar untuk memusnahkan Gang tersebut. Stevant Tau semuanya, meskipun teman-temannya tidak tau apa-apa. "Masih gua liatin dulu." Stevant menggertakan giginya keras, tangannya menggepal penuh. "Bentar lagi juga, gua gampar." Copyright 2016 by dhianfebast.
Todos os Direitos Reservados
#148
tongkrongan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Impossible
  • CINA-CINTAKU (SELESAI)
  • Friendship In Love
  • MahardiKarina
  • RAYANA Transmigrasi
  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • Meet Again ; Ketika Kisah Belum Usai [End✓]
  • Bukan Antagonis [END]

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo