Story cover for ANDAI  by jienitakls
ANDAI
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 10, 2016
"Ketika mengenangmu adalah hal yang paling menyakitkan bagiku" - Muhammad Akmalul.

Hidupnya serba terbutuhi, hidupnya makmur, hidupnya indah tetapi tak bahagia. Ialah Muhammad Akmalul yang kerap disapa Akmal atau Alul, Akmal adalah satu dari banyak anak-anak lainnya yang mengalami broken home.

Ayahnya tlah lama meninggalkannya entah kemana, kini hanyalah Akmal, Bara (sang kakak), dan Ibunya yang sangat amat Akmal sayangi. Tetapi ibunya sangat sibuk, hingga beliau jarang ada waktu dirumah demi mencukupi kebutuhan kedua anaknya.

Menginjak bangku perkuliahan Akmal bertemu dengan seorang gadis sederhana yang sangat amat menginspirasi Akmal. Kedekatan mereka membuat Akmal tersadar bahwa hidup perlu disyukuri, apapun yang terjadi. Nama gadis itu Alexa Nitinegoro, gadis sederhana yang mampu membuat Akmal tersadar.

Sayangnya kedekatan mereka hanya sementara, tak lama Alexa divonis mengidap kanker Hati stadium akhir. Lalu bagaimanakah kisah Alexa dan Akmal ?
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add ANDAI to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
ALKARA ( TAMAT) cover
AMORA (END) cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
acalapati  cover
Tumbuh dengan Luka [END] cover
Semesta untuk sean cover
Cinta Yang Hilang (On Going) cover
Semiologi Rahasia  cover

ALKARA ( TAMAT)

24 parts Ongoing

Alkara Pradipta Alexius tumbuh dalam dunia yang keras-dipaksa sempurna, dicintai dengan syarat, dan disakiti oleh orang yang seharusnya melindunginya. Ketika akhirnya ia menemukan cahaya lewat orang-orang terdekat, termasuk Yuna, dunia kembali merebut segalanya darinya. Atau... mungkin, justru Kara sendirilah yang menghancurkannya. Terlalu trauma, terlalu rapuh, Kara kehilangan kendali dan-tanpa sadar-menghabisi satu per satu orang yang paling ia sayangi. Dalam pikirannya, ia hanya ingin mereka bebas dari luka yang pernah menelannya hidup-hidup. Tapi ketika ingatan kembali, Kara hanya bisa berdiri di tengah kehancuran yang ia ciptakan sendiri. Sebuah kisah tragis tentang cinta, luka, dan bagaimana kadang orang hanya ingin bebas-meski caranya salah. Kara bukan pahlawan. Bukan juga monster. Ia hanya manusia yang terlalu lama sendirian dalam gelap.