Story cover for Black Coffee by putridmy
Black Coffee
  • WpView
    LECTURAS 641
  • WpVote
    Votos 129
  • WpPart
    Partes 11
  • WpView
    LECTURAS 641
  • WpVote
    Votos 129
  • WpPart
    Partes 11
Continúa, Has publicado dic 11, 2016
Sabar itu seperti meminum kopi. Pahit di pangkal namun manis di penghujung. Hal itu hampir sama seperti ketika kamu berjuang untuk mencintai seseorang yang belum atau mungkin tidak mencintaimu. Awalnya memang sakit, namun kelamaan menjadi sebuah kebiasaan yang tidak bisa kau hilangkan. Dan kau hanya bisa menikmati kebiasaan yang menyakitkan itu ... sendirian.
  
  
  -Slow update-
  -peace-
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Black Coffee a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#432laugh
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Secret Admirer cover
Seraphina cover
Be MINE cover
Dua Lensa cover
FRIENDZONE | ✔ cover
Love & Hate cover
Destiny. cover
FORGOTTEN PROMISE cover
I DID IT OUT OF FRIENDSHIP (END) cover

Secret Admirer

18 partes Concluida

Apa yang kamu pikirkan mengenai mencintai? Melihat ia yang dari jauh? Menatap senyumnya yang memukau? Diam-diam berharap ia berbalik menatapmu dan merasakan apa yang kamu rasakan? Merasa bahagia ketika ia hanya mengingat apa yang pernah terjadi antara kalian? Senang hanya dengan bertukar sapaan? Senang karena bisa duduk disampingnya? Jadi menurutmu apa yang kamu rasakan ketika harus mencintai seseorang tetapi tak bisa mengungkapkannya. Perasan itu terasa nyata olehmu tapi ketakutan itu juga terasa begitu mengintimidasi. Apa yang harus kamu lakukan? Tetap menatapnya sembunyi-sembunyi? Bersikap munafik dengan cukup bahagia hanya memandangnya dan bertukar sapaan saja. Atau harus bersikap egois dengan memberanikan diri menyatakan bahwa kamu ingin memilikinya? Semuanya terasa rumit ketika cinta datang. Sejenak aku selalu berpikir dua hati yang saling menyatu adalah sebuah kejaiban lalu bagaimana dengan tiga hati yang terpaut? Akankah semuanya baik-baik saja? Mungkinkah akan berakhir bahagia seperti fairy tale yang ibuku ceritakan?