
Sabar itu seperti meminum kopi. Pahit di pangkal namun manis di penghujung. Hal itu hampir sama seperti ketika kamu berjuang untuk mencintai seseorang yang belum atau mungkin tidak mencintaimu. Awalnya memang sakit, namun kelamaan menjadi sebuah kebiasaan yang tidak bisa kau hilangkan. Dan kau hanya bisa menikmati kebiasaan yang menyakitkan itu ... sendirian. -Slow update- -peace-Todos los derechos reservados