Story cover for Remove your memory by ekaputrimelania
Remove your memory
  • WpView
    Reads 1,040
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 1,040
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Dec 11, 2016
Namaku Issabella Warner Collin
 21 tahun, aku adalah seorang sekretaris dari perusahaan terkenal di amerika. 

Banyak yang menyebutku sebagai ratu bisnis.
Karna setiap hari aku hanya membicarakan bisnis, bisnis dan bisnis, karna diriku yang ingin menutupi kemampuanku.
Supaya teralihkan.

Aku orang berdarah campuran asia - Amerika.
Pintar dan lulusan S3 manajemen universitas oxford di umur 19 tahun itu memang benar.

Tapi Tahukah kamu??
 bahwa triliunan orang di dunia, selalu mengingat memori mereka walau memori itu senang atau sedih, 

hanya satu kebencianku saat ini...

"Aku yang menghapus ingatan mereka atau diriku yang akan hilang ingatan"

Update setiap hari Sabtu guys👍🙋
All Rights Reserved
Sign up to add Remove your memory to your library and receive updates
or
#118memory
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
My Bully My Obsession GxG(Season 2) cover
My Precious  cover
You Remember Me? [Akashi x Reader] cover
My Younger Brother (21+) cover
MEMORIES (Kaizo X OC) cover
My Lovely Brother! cover
Bad Revenge || I'm Sorry cover
Memories cover

My Bully My Obsession GxG(Season 2)

38 parts Complete Mature

Celine, si mantan ratu kampus yang dulu ditakuti karena kecantikan, prestasi, dan dominasinya, kini bekerja di sebuah perusahaan teknologi besar sebagai bagian dari tim IT elite. Dingin, cerdas, dan tetap tak tersentuh-begitulah kolega-koleganya mengenalnya. Tak ada yang tahu, bahwa wanita itu diam-diam sudah menikah. Sera, yang dulu hanya kutu buku yang selalu jadi korban bully, kini hadir sebagai mahasiswa magang dari jurusan Sastra Inggris. Penampilannya jauh berubah-lebih dewasa, lebih tenang, tapi masih menyimpan sisi rapuh yang hanya Celine tahu. Mereka hidup dalam dua dunia: satu sebagai pasangan yang sudah menikah secara diam-diam, satu lagi sebagai senior dan anak magang yang bahkan jarang bertegur sapa. Tapi perasaan tak pernah bisa benar-benar disembunyikan. Di balik meja kantor, lift yang sepi, ruang arsip, hingga pesan-pesan singkat yang tak seharusnya ada-obsesi lama kembali tumbuh, kini lebih panas, lebih rumit, dan penuh tekanan. Karier, rahasia, dan rasa cemburu mulai menguji hubungan mereka. Apakah mereka bisa bertahan, atau justru tenggelam dalam obsesi yang mereka ciptakan sendiri?