RAFANADA

RAFANADA

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 15, 2017
Terpisah karena sebuah alasan membuat kedua sahabat kecil ini menjauh, menjauh bagaikan manusia yang tidak mengenal satu sama lain. Namun jika takdir sudah berbicara, maka sekuat apapun sebuah alasan untuk menjauh, akan ada alasan yang jauh lebih kuat untuk kembali bersama. Hadirnya seseorang di hadapan mereka membuat mereka menyadari, bahwa kembalinya mereka bersama bukanlah akhir dari kisah mereka, masih banyak masalah demi masalah yang harus mereka hadapi kedepannya. Dan, mulai sekarang, hanya mereka dan takdir lah yang akan menentukan akhir dari kisah mereka. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- "Jadi, untuk saat ini, gue cuma minta, apapun yang terjadi nantinya, lo tetap percaya sama gue. Bisa kan?" -Rafa Nanda Pratama. "Akan gua usahakan." -Nada Putri Allison.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Without You (Terbit) || COMPLETE ✅
  • My True Love | √
  • Everything Happens for a Reason
  • Rara [COMPLETED]
  • AZIL (TAMAT)
  • Maafkan Aku
  • Karena Kamu Rumahnya
  • ATHAYA
  • Harapan Dandelion yang Rapuh
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]

[Naskah terbaik dalam Event Writing Challenge Batch 01 di adakan oleh penerbit @journeymedia ] ●●● Pertemuan dan perpisahan adalah satu paket lengkap yang akan selalu melekat dalam atma. Begitu pula dengan kepergian, yang akan menemukan jalan pulang meski sejauh apa pun ia melangkah. "Menurut kamu, apa yang lebih menyakitkan dari sebuah perpisahan?" tanya Bastian seraya menengok ke arah Azalea. "Apa?" Manik keduanya bertemu dan saling bertatap. "Saat kamu menyadari bahwa seseorang pergi tanpa memberikan kenangan indah di akhir pertemuannya." Azalea langsung menatap tajam Bastian. "Bas, please ... Jangan ngomong gitu lagi." "Kita nggak pernah tahu, kapan kita akan menutup mata dan kapan kita akan membuka mata." Akankah kisah ini mampu memperbaiki luka yang telah terpendam sejak lama? Ataukah sudah saatnya berada di penghujung penderitaan dan bertemu dengan sebuah kata pisah? "Farewell is not the end of everything. Setiap kisah akan selalu menemukan jawabannya, meski harus menunggu bersama jutaan luka." ●●● [Disarankan membaca melihat tahun karena cerita ini memiliki alur maju-mundur] ©2021fidy

More details
WpActionLinkContent Guidelines