Pilihan.
Aku belum pernah mencicipinya, walaupun hanya sebesar kerikil, setetes embun di pagi hari, ataupun hanya sebutir debu. Besok adalah ulang tahunku yang kedelapan belas tahun, aku hanya menginginkan kado sederhana yang selalu aku dambakan. Suatu hadiah yang mustahil bagi seseorang sepertiku untuk mendapatkannya.
Pilihan, hanya itu.
Aku, Rebecca Jean Furler. Seorang bangsawan The Cholety. Yang menginginkan hadirnya ''pilihan'' di hidupku.
The Choice :
"Memilihlah ketika engkau masih punya PILIHAN"
-imfreagle
entah semesta yang jahat atau kita sebagai manusia terlalu besar manaruh harap..
namun yang pasti kita bisa menentukan untuk jatuh cinta dengan siapa namun tuhan yang menentukan apakah kita bisa untuk bersama...
bxg
100%fiksi yaaa