Be Yours

Be Yours

  • WpView
    Reads 637
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 28, 2017
Ketika Enner harus kehilangan Luvan yang sudah menghilang selama 5 tahun, dia sudah melupakan semuanya. Dia sudah lelah menunggu Luvan yang akan segera kembali. Cinta pertama Enner disaat SMA bersama sahabatnya sendiri, membutakan dirinya untuk jatuh cinta lagi ke pria lain. Bagaimana rasanya suka? Rasanya sayang? Bahkan rasanya cinta? Dia hanya bisa merasakan kelelahan untuk menunggu. Hingga suatu saat, perasaan yang hilang itu muncul kembali. Entah bagaimana, tapi dia yakin bahwa inilah cinta. Rasa cintanya kembali kepada Luvan. Tapi di saat itu juga, Luvan nyatanya sudah bertunangan dengan perempuan lain dan Enner yang sudah memiliki kekasih hati. --nelropel xoxo--
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • VINOKYLA
  • Just A Second •VH•
  • 2190 Days of Silence
  • Pilih Aku Atau Mereka Christy (chrisflo)
  • Bulan Retak di Langit Senja
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines