Menggapai Bintang

Menggapai Bintang

  • WpView
    Reads 1,307
  • WpVote
    Votes 156
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 6, 2017
Apabila hati bisa memilih, aku tak akan memilihmu. Tapi hatiku menuntun ragaku menuju ke arahmu. Apabila cinta tak datang dalam hidupku, takkan hubungan diantara kita menjadi seberantakan ini. Seandainya saja bibirku bisa berucap saat itu, mungkin tak ada yang akan menunggu sampai sejauh ini. Tak akan ada pengharapan dalam diri. Dulu, sekarang dan di masa yang akan datang, hati ini akan tetap milikmu. Aku tau, kedudukanku dalam hidupmu tak akan berubah. Secerca harapan yang ada, menggoreskan luka separah ini. Setelah lama aku bertahan, dan kini aku mengerti dan menyadari. Aku akan mengambil keputusan terberat yang pernah kuambil dalam hidupku. Aku menyerah.. Maaf..... Bukannya aku tak lagi mencintamu, bukannya aku tak mau lagi memperjuangkanmu. Tapi aku, sudah menemukan sebuah titik. Titik dimana aku merasa lelah dengan semua yang membelilitku selama ini.
All Rights Reserved
#205
pertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Why Stay Away?
  • Flight
  • Another Time
  • My Heart
  • Qiana
  • Gone Love.-vrene
  • You Are Mine [Terbit]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines