Menggapai Bintang

Menggapai Bintang

  • WpView
    Leituras 1,308
  • WpVote
    Votos 156
  • WpPart
    Capítulos 24
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, mai 6, 2017
WpInfo
Ficção
Romance
Apabila hati bisa memilih, aku tak akan memilihmu. Tapi hatiku menuntun ragaku menuju ke arahmu. Apabila cinta tak datang dalam hidupku, takkan hubungan diantara kita menjadi seberantakan ini. Seandainya saja bibirku bisa berucap saat itu, mungkin tak ada yang akan menunggu sampai sejauh ini. Tak akan ada pengharapan dalam diri. Dulu, sekarang dan di masa yang akan datang, hati ini akan tetap milikmu. Aku tau, kedudukanku dalam hidupmu tak akan berubah. Secerca harapan yang ada, menggoreskan luka separah ini. Setelah lama aku bertahan, dan kini aku mengerti dan menyadari. Aku akan mengambil keputusan terberat yang pernah kuambil dalam hidupku. Aku menyerah.. Maaf..... Bukannya aku tak lagi mencintamu, bukannya aku tak mau lagi memperjuangkanmu. Tapi aku, sudah menemukan sebuah titik. Titik dimana aku merasa lelah dengan semua yang membelilitku selama ini.
Todos os Direitos Reservados
#354
terpendam
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Flight
  • Another Time
  • Akhir yang Berakhir
  • Tukang Bohong - Lucas Wong [Complete]
  • Gone Love.-vrene
  • My Heart
  • AKU ADALAH AKU: Bukan Dia Seperti Yang Kau Puja (END)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Qiana
Flight

Kamu tau bagaimana sakit kehilangan orang tua diusia yang cukup belia?, apa kamu pernah merasakan sesaknya tidak punya siapa siapa didunia?, Pernahkah kamu merasa ketakutan seperti yang kualami saat kakak angkatku berusaha merencanakan kematianku?. Semua itu kurasakan, kualami dengan rentang waktu yang berdekatan saat usiaku bisa dibilang masih kanak kanak. Untunglah selama kesakitan itu berlangsung ada sesosok malaikat tak bersayap yang mampu memberiku pelukan hangat setiap saat. Untukmu.. Terimakasih.... Selama ini telah menjadi tempat ternyamanku untuk singgah. Menjadi tempat terbaikku untuk berkeluh kesah. Menjadi tempat pulang untuk aku yang kehilangan arah. Meski kutau jika hadirmu hanyalah sebagai tempat singgah untuk diriku yang sudah lama kehilangan rumah. Terimakasih.... Sudah menemaniku merajut mimpi yang tidak bisa kulakukan sendiri, menjadi bahu terkuat yang membantuku menghadapi rintangan bertubi tubi. Memberiku peluk hangat untuk jiwaku yang dilanda sepi dan selalu membuatku yakin jika semua yang terjadi akan bisa kulewati. Terimakasih.... Telah membantuku menyambung sayap sayapku yang patah, mengobati luka dahulu kuanggap mustahil untuk disembuhkan, menyelamatkanku dari kehidupan yang senantiasa terancam. Meski hidupmu bukanlah tentang aku, tapi hidupku bersumber dari cintamu. **<>**

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo