KALI KEDUA

KALI KEDUA

  • WpView
    Membaca 73
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Des 13, 2016
Gadis itu menatap laki-laki di depan nya dengan tatapan yang tajam. Emosi di dada nya semakin meledak-ledak kala laki-laki di depannya menggenggam tangan mungil gadis itu. "Nas, dengarkan aku dulu. Tenang dulu, aku akan jelasin semuanya. Tenang dulu Nas, aku mohon." laki-laki yang tepat berdiri di depannya menatap manik coklat itu dengan pandangan yang bersirat, memohon agar gadis di depannya mau mendengar penjelasannya. Gadis itu pun menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan, berharap dengan cara itu ia bisa meluapkan emosi dan menghentikan isak tangisnya. "Dengar ya, balikan sama kamu sama aja kaya Nonton Titanic berulang kali; tetep aja endingnya ANCUR!!"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#890
romace
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Aishiteru
  • SERENDIPITY : a Fact
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • Bawa Aku Pulang
  • For Achel
  • Your Are Only Mine
  • transmigrasi ke tubuh adik tiri sang antagonis novel yang sadis?! (GXG❗)
  • Ice Girlfriends
  • Lingkaran Cinta si Jingga
  • My Sweet Enemy
Aishiteru

"kau terlalu ikut campur urusanku!memangnya kau itu siapa?mulai sekarang jauhi aku!"Yusuf menatap tajam ke arah gadis di depannya. Perlahan laki-laki itu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan gadis yang tengah mematung. Iris mata Aru melebar, ada dirinya berbuat kesalahan untuk ke dua kalinya? Ombak laut bergemuruh mengiasi malam yang tidak pernah di inginkan si gadis. Aru melepaskan satu sandalnya dan tanpa ragu melemparkan ke arah laki-laki yang tengah berjalan menjauh darinya. "Buggh!" Sandal itu tepat mengenai tengkuk Yusuf. "Kenapa kau selalu menutup mata?bukalah matamu dan lihatlah ke depan dasar bodoh! masih ada banyak orang yang peduli kepadamu, jangan memendam masalah sendiri! ceritalah kepadaku atau kepada orang yang kau percayai aku tahu itu tidak akan membantu menyelesaikan masalah tapi hal itu bisa akan meringankan beban pikiranmu."Aru berbicara dengan lantang. Yang membuat langkah kaki laki-laki bermanik coklat itu terhenti. Yusuf membalikan badan, lalu menatap gadis bersurai coklat itu dengan mata sayu. Mata mereka saling bertemu. Angin laut menerpa tubuh mereka, membuat rambut ikal berwanran coklat milik sang gadis bergibassan kesana kemari. Yusuf mengambil sandal pink yang berada di depannya lalu perlahan menghampiri Aru. "jika aku memberi tahu beban pikiranku, aku takut membuatmu atau orang di sekitarku merasa sedih, aku tidak ingin merusak kebahagian orang."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan