KALI KEDUA

KALI KEDUA

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 13, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Gadis itu menatap laki-laki di depan nya dengan tatapan yang tajam. Emosi di dada nya semakin meledak-ledak kala laki-laki di depannya menggenggam tangan mungil gadis itu. "Nas, dengarkan aku dulu. Tenang dulu, aku akan jelasin semuanya. Tenang dulu Nas, aku mohon." laki-laki yang tepat berdiri di depannya menatap manik coklat itu dengan pandangan yang bersirat, memohon agar gadis di depannya mau mendengar penjelasannya. Gadis itu pun menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan, berharap dengan cara itu ia bisa meluapkan emosi dan menghentikan isak tangisnya. "Dengar ya, balikan sama kamu sama aja kaya Nonton Titanic berulang kali; tetep aja endingnya ANCUR!!"
All Rights Reserved
#190
nesya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bawa Aku Pulang
  • My Sweet Enemy
  • Lingkaran Cinta si Jingga
  • TRUST ME ( And I Trust You ) (END)
  • Ice Girlfriends
  • Dalam Diam (Sudah Tamat)
  • Unraveled
  • transmigrasi gadis pemalas[END]

"Keluargamu adalah penyebab dari semua insiden ini, dirimu dan keluarga kesayanganmu hanya mementingkan kepentingan pribadi kalian tanpa memikirkan orang lain, mata kalian sudah dibutakan oleh ketamakan". Emosi Dean sudah tidak tertahankan, air mata keluar membasahi sebagian wajahnya yang lusuh, bersamaan dengan beban pikiran yang selama ini dia hadapi. "Apa yang kau katakan Dean? bukankah kita sudah saling mengenal, kau tau bahwa aku tak seperti itu" "Diam, kau tau? kau tak pantas untuk berbicara padaku, bahkan setelah semua hal yang sudah aku lakukan untukmu, ini yang kau lakukan untuk membalasku?". Dean memalingkan mukanya, dia tidak tahan melihat muka meminta belas kasihan perempuan di depannya. Dean langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan perempuan itu sendirian tanpa menoleh ke belakang sedikit pun. Hujan yang awalnya hanya mengeluarkan rintik rintik airnya, tiba tiba seakan-akan mengeluarkan badai yang menggilas semua hal yang dilewatinya. Sesosok perempuan duduk termenung di tengah hutan, sedang menangisi apa yang baru saja menimpanya barusan. "Tidak tidak, aku tidak boleh seperti ini, aku harus memperbaiki semuanya, aku tidak sendirian, Dean pasti akan kembali padaku, semoga saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines