"kau terlalu ikut campur urusanku!memangnya kau itu siapa?mulai sekarang jauhi aku!"Yusuf menatap tajam ke arah gadis di depannya. Perlahan laki-laki itu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan gadis yang tengah mematung. Iris mata Aru melebar, ada dirinya berbuat kesalahan untuk ke dua kalinya? Ombak laut bergemuruh mengiasi malam yang tidak pernah di inginkan si gadis. Aru melepaskan satu sandalnya dan tanpa ragu melemparkan ke arah laki-laki yang tengah berjalan menjauh darinya. "Buggh!" Sandal itu tepat mengenai tengkuk Yusuf. "Kenapa kau selalu menutup mata?bukalah matamu dan lihatlah ke depan dasar bodoh! masih ada banyak orang yang peduli kepadamu, jangan memendam masalah sendiri! ceritalah kepadaku atau kepada orang yang kau percayai aku tahu itu tidak akan membantu menyelesaikan masalah tapi hal itu bisa akan meringankan beban pikiranmu."Aru berbicara dengan lantang. Yang membuat langkah kaki laki-laki bermanik coklat itu terhenti. Yusuf membalikan badan, lalu menatap gadis bersurai coklat itu dengan mata sayu. Mata mereka saling bertemu. Angin laut menerpa tubuh mereka, membuat rambut ikal berwanran coklat milik sang gadis bergibassan kesana kemari. Yusuf mengambil sandal pink yang berada di depannya lalu perlahan menghampiri Aru. "jika aku memberi tahu beban pikiranku, aku takut membuatmu atau orang di sekitarku merasa sedih, aku tidak ingin merusak kebahagian orang."
Detail lengkap