Story cover for DIA by DhevyKarticha
DIA
  • WpView
    MGA BUMASA 389
  • WpVote
    Mga Boto 29
  • WpPart
    Mga Parte 5
  • WpView
    MGA BUMASA 389
  • WpVote
    Mga Boto 29
  • WpPart
    Mga Parte 5
Ongoing, Unang na-publish Dec 12, 2016
Setelah sekian lama terpuruk,  Tidak mudah ketika harus melangkahkan kaki dan berdiri sendiri ditengah keramaian dalam sebuah acara pernikahan dimana keadaan itu hanya akan membuka luka yg bahkan masih belum mengering. 

Kata orang cara untuk menyembuhkan trauma adalah dengan menghadapinya . Itulah sebabnya mengapa memilih untuk tetap datang ditengah sebuah acara yg pasti akan mengingatkan pada kesedihan itu. Bahkan pertahanan air matapun tidak yakin akankah mampu brtahan meski tangan terus terkepal menahan getaran yg mendesak dari hati saat teringat akan angan dan mimpi yg pernah terajut namun sirna bahkan tanpa ucapan perpisahan. 

~Divanya Illyana Amelia~

Maafkan aku Nduutt

~Aliandra Arisandi~
All Rights Reserved
Sign up to add DIA to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
RUMAH tanpa pintu  ni diandlyne
36 mga parte Ongoing
rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
RUMAH tanpa pintu  cover
Ich Liebe Mama! ✓ [END] cover
SUATU HARI  cover
ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh  cover
Jodoh Kedua (END) cover
Stay Or Gone ✓ cover
Bidadari Senja [End] cover
BAM (Betapa Aku Menyesal) {END} cover
AIR MATA ARLIANA cover
Masih Adakah Aku Dihatimu?? ~END~ cover

RUMAH tanpa pintu

36 mga parte Ongoing

rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---