Sunshine After Rain [EDITED]

Sunshine After Rain [EDITED]

  • WpView
    Membaca 354
  • WpVote
    Vote 23
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadLengkap Sen, Des 26, 2016
Sedari awal Adhyasta Prasaja (Astha) dan Wahyuning Sekar Kinanti (Kinan) percaya jika pernikahan terlarang mereka perlahan-lahan akan diridai oleh Sang Khalik. Mereka menjalani lika-liku kehidupan selalayaknya pasangan suami-istri yang lain. Bahkan Astha berjanji jika ia akan menjaga keluarga, istri, dan anak-anaknya melalui profesinya, dokter. Namun sifat istrinya yang egois dan berbanding terbalik dengan sifatnya yang tenang, membuat kebahagiaan yang dibangun bersama-sama runtuh seketika. Kinan mengambil sebuah tindakan yang membuat waktu terpaksa menghentikannya. Tanpa ia sadari, jika efek yang ditimbulkannya membuat Astha terpukul bahkan membenci darah dagingnya sendiri. Astha menganggap anaknya adalah sumber dari penderitaannya. Kehidupan Astha tak lagi berwarna, ia seperti tervonis menderita buta warna. Ia bahkan berubah menjadi dingin, siapapun yang berada didekatnya perlahan-lahan akan membeku dan dunia terasa berhenti berputar mengelilingi matahari. Bisakah Astha kembali seperti dulu? Astha yang tenang dan ramah?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Love My Teacher [Tahap Revisi]
  • The 2nd Story
  • Tak Sejalan
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Truth (Edisi Revisi)
  • Ragu Semesta
  • Sir, How About A Marriage?

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan