(Belum) Terlambat

(Belum) Terlambat

  • WpView
    Reads 30,303
  • WpVote
    Votes 723
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 8, 2019
Pepatah jawa mengatakan "Witing tresno jalaran soko kulino" yang artinya munculnya cinta atau sayang dikarenakan terbiasa atau kebiasaan. Karena terbiasa atau kebiasaan, maka muncullah perasaan suatu ikatan hati, kasih, dan cinta. Mungkin ini yang membuat timbulnya perasaan kamu kepada sahabatmu, hubungan sahabat melebihi keakbraban kita dengan keluarga kita, tak jarang disituasi seperti itu timbullah cinta. *********************** Seorang gadis bernama Clara sudah lama berteman dengan Adriel. Adriel dan Clara awalnya hanya sebatas teman curhat namun lama kelamaan salah satu dari mereka ada yg jatuh cinta. Apa yang akan terjadi?
All Rights Reserved
#143
temantapimesra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • STROBERI DAN KOPI
  • Substitute Bride [End]
  • Jerat
  • DeaSea
  • Maaf✓
  • Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔
  • AZIL (TAMAT)
  • Menjadi Dia
  • Sweety Heart
  • Returning The Favor

[Season kedua dari : Do you remember your first cup of coffee] Bahwasanya setelah patah dan hancur lebur bersama kehilangan bertubi-tubi yang ia rasakan di masa lalu, sebuah luka amat besar masih menghuni hatinya. Medhya sadar bahwa hatinya tak siap menerima lelaki lain hingga ia menolak lamaran Akbarra Hadinata, yang bertahun-tahun menunggunya dengan sabar. Lalu, bagaimana bisa insiden penolakan itu justru berujung dengan pertemuan yang tidak terduga? Medhya tidak tahu, ini disebut karma atau kutukan. Yang manapun itu, sama-sama tidak menyenangkan. Sebab, ketika masa lalu yang menyedihkan itu datang, satu persatu luka Medhya yang telah sembuh kembali berlubang. Semuanya berantakan. Pertanyaannya, jika dulu lelaki itu menghancurkannya sedemikian rupa, apakah kali ini ia mampu menebus kesalahannya ; seperti apa yang ia janjikan? Atau justru, Medhya akan hancur lagi, lebih parah dari empat tahun lalu? "Sudah cukup main-mainnya. Sekarang, saatnya kamu kembali denganku, Zaline." Sialnya, Medhya masih berdebar-debar ketika menatap matanya yang kebiruan. Hati Medhya masih mendamba lelaki itu dengan sangat. Petaka. Benar-benar petaka. ❗Warning : bab 57-60 sudah dihapus. Bisa dibaca di karyakarsa jika berkenan. Terimakasih 🙏

More details
WpActionLinkContent Guidelines