My Baby

My Baby

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Apr 27, 2021
Hidupku berubah saat aku menghadiri reuni sekolah, awal kehancuran hidupku. . . Saat terbangun aku dikejutkan oleh rasa sakit dan ngilu diarea kewanitaanku, ditambah tubuhku yang sudah polos tanpa sehelai benangpun. Yang paling mengejutkan, aku hanya seorang diri dikamar hotel mewah ini. . . Kufikir tidak ada yang lebih buruk dari sekedar diperkosa tanpa mengetahui pelakunya, tapi ternyata hal yang paling kucemaskan terjadi. Aku hamil!. Tanpa tahu siapa ayah dari anak ini. . . Keutt! Hai.. hai.. kali ini gue mau coba buat teenfiction hanya twoshoot!. Semoga enak dibaca 😂. Cek this out!.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regan dan Cintanya [END]
  • 910 : Sorry, I Hurt You
  • My Crazy Brother [BL]
  • REGATHAN [END]
  • VIERRA'S SECOND LIFE
  • Birth Stories (part 2)
  • CARAMEL
  • Aracha

"Aquila hamil anak aku, Bunda!" suara serak itu membuat semua orang terkejut. Aquila yang akan membuka pintu menegang, ia tak menyangka Regan akan sadar saat dirinya belum pergi dari sana. Ditambah lagi kini Renatha menatap Aquila dengan tatapan datar, tak ada senyum hangat seperti biasanya. Gadis itu benar-benar takut dengan apa yang terjadi selanjutnya karena tatapan Renatha benar-benar berbeda. " Kenapa kamu gak jujur? Kamu mau bunuh anak itu atau masih mau mempertanyakan dia ? Bunda kecewa sama kamu Aquila, harusnya kamu ngomong sama Bunda" kata Renatha dengan air mata yang mulai berjatuhan. "Aquila nggak mau masa depan Regan hancur karena anak yang Aquila kandung." jawabnya pelan. "Hidup aku yang akan hancur, kalau kamu pergi begitu aja tanpa memberitahu kebenarannya. Aquila!" tandas Regan, matanya sudah berkaca-kaca karena perkataan Aquila. "Bunda kecewa sama kamu, bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu. Hidup keluarga kami yang akan hancur jika kamu nggak jujur, nak." kata Renatha pelan. Sebagai seorang wanita yang pernah mengalami hal yang sama, tentu Renatha tau betul apa yang Aquila rasakan. Ia juga pernah mengalami itu saat hamil si kembar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines