Story cover for SILENT TEARS by ssiriius
SILENT TEARS
  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Dec 13, 2016
Mature
WARNING!! 17+
This book contains harrasing word and mature content. If you're under 17 y.o please be a wise reader.
----------------------------------------------------
Silent Tears: Duniaku? Atau dunianya? 

***

Terbanglah dengan sayap-sayap impianmu membara di udara, berdansa dengan angin, menjelajah angkasa. Dan tumbuh di tempat manapun, dimana kau ingin tumbuh, menjadi jiwa baru, seperti dandelion. 

Aku hanyalah seorang gadis yang pandai bersandiwara. Yang muak dengan hidupnya. Namun, merindukan sosok anak lelaki yang meniupkan helai-helai dandelion sepuluh tahun lalu.
All Rights Reserved
Sign up to add SILENT TEARS to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔) cover
Caramel Sunset (COMPLETED) cover
'Temanku Seorang Bitches' cover
Entertainer cover
Bahagiaku, Kamu! ✔ Re-up cover
Unpredictable Love cover
IUEBVA (masih update kok) cover
My Body My Choice cover

Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔)

9 parts Complete

[LENGKAP] Beberapa hal yang mesti kau catat lalu kau baca saat merasa sendiri Ada yang diam diam yang ingin di sapa olehmu.Percayalah. Ada yang mengharap pertemuan kedua,setelah matamu mendarat ke matanya tanpa aba-aba. Ada yang setiap pagi terbangun buru-buru,demi sebuah frasa "selamat pagi" dari bibirmu. Ada yang tak pernah berhenti mencatat,sebab setiap kalimatmu adalah peta. Ia tak mau tersesat Ada mata yang berbinar sempurna dalam tunduk sipu,tiap kau sebut nama,miliknya. Ada yang mengembangkan sesimpul lengkung di bibirnya, di balik punggungmu ,malu malu. Ada yang memilih tertunduk saat jarakmu berdiri dengannya hanya beberapa kepal.Lututnya lemas,tiba-tiba. Ada yang tak pernah melepas telinganya dari pintu.Menunggu sebuah ketukan darimu. Ada yang dadanya terasa berat dan kau tak pernah tahu saat kau tak tertangkap matanya beberapa waktu lalu. Ada yang tak pernah merasa begitu utuh,setelah lelaki menjejak jauh darinya. Sekarang, runtuh. Ada yang diam- diam mendoakanmu dalam -dalam. Percayalah