Kenapa Harus Luka?

Kenapa Harus Luka?

  • WpView
    Reads 8,708
  • WpVote
    Votes 896
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 12, 2020
[ON GOING] [Sedang Direvisi] *** Setidaknya, takdir hidup mengajarkan bagaimana menyikapi lika-liku rintangan. Bukan hanya soal cinta, tapi juga tentang luka. Tentang bangaimana takdir menemukan, memisahkan, lantas memaksa hati untuk melupakan. Tutup telingamu dari caci maki kehidupan dan hiruk pikuk persaingan buruk. Lempar sehelai kain lusuh yang membalut raga, enyahkan. Jatuhkan separuh jiwa pada hamparan ladang luas. Lantas peluklah kebebasan itu. Izinkan pikiran dan hati bertarung sejenak, menimbang suatu hal-tentang di mana jalan pintas terdekat agar kau dapat menemukan ramuan untuk melumatkan sikap buruk yang merajai hati. Kemudian, apabila mulai rasakan lelah, lambat laun kau akan sadari bahwasanya ramuan itu sebenarnya ada di dalam dirimu sendiri, lekat, erat memeluk jiwamu. Laksana tameng paling kokoh dalam dunia fantasi. Hanya saja, semuanya akan kembali lagi kepadamu, tentang bagaimana kau menyikapi semua itu. -oOo- Andai saja, setiap wanita paham betul arti luka itu. Boleh jadi, tak banyak yang berani mendekat padanya. Andai saja, setiap luka tak menyisihkan pedih, boleh jadi tak sedikit wanita yang rela terluka.
All Rights Reserved
#99
heart
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • As Time Allows
  • PLUTO
  • Revenge [End]
  • Yang Pernah Patah
  • ELANOAVA [COMPLETED]
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Meneroka Jiwa 2

The Winners Wattys2018 Catergories The Contemporaries Based On True Story Terinspirasi dari sebuah kisah nyata yang saya ceritakan kembali dengan sudut pandang penulis. Nama tokoh dan tempat kejadian disamarkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. **** Bagaimana jika suatu kepercayaan dan kesetiaan dikhianati oleh dua orang yang sangat kamu cintai? Tidak ada kata lain selain ikhlas dan sabar dalam menghadapinya. Nasi sudah menjadi bubur, apa yang telah terjadi tidak bisa diubah kembali dan waktupun tidak bisa diputar kembali. Andaikan waktu bisa diputar ulang maka tidak akan pernah ada kata penyesalan. Hari menjelang pernikahan yang biasanya ramai dengan canda tawa serta senyum kebahagiaan, harus rela berganti dengan tangisan memilukan serta penyesalan seumur hidup. Ketika menjelang hari di mana Sekar akan melaksanakan Ijab Qabul pernikahannya. Dia dikejutkan dengan teriakkan sang ibu ketika mendapati kakak perempuannya-Kasih, yang telah bersimbah darah karena memotong urat nadi pergelangan tangannya sendiri. Selanjutnya dia dikejutkan kembali dengan kenyataan bahwa kakak perempuannya tengah hamil. Dan yang paling membuat Sekar terpukul, ketika mengetahui ayah dari bayi tersebut, tidak lain adalah calon suaminya sendiri-Dimas Aditya. Ucapan bahagia berubah menjadi bisik-bisik menjijikkan serta tatapan kasihan yang diberikan oleh sanak saudara serta para tetangga pada Sekar. Malu. Tentu saja Sekar malu, kecewa bahkan marah. Tetapi haruskah dia marah bila melihat wajah kedua orang tuanya yang telah lebih malu. Belum lagi dengan gunjingan dari kerabat dan tetangga tentang Kasih yang tega merebut calon suami adiknya sendiri. Bagaimana Sekar bisa menghadapi semuanya? Bisakah kata ikhlas dan sabar mengobati luka hatinya? Based On True Story ----- Copyright © November 2016 | Vea Aprilia | All Rights Reservered Dont copy-paste my Story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines