POHON

POHON

  • WpView
    Reads 612
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 18, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Dia adalah lelaki yang sangat aku sayangi, lelaki kedua setelah ayahku dan dia lelaki hebat seperti ayahku. Sayangnya, lelaki itu tidak akan pernah bisa selamanya bersamaku, disampingku, dan menemani hariku lagi. Dia tidak pergi, dia ada disini, ya dihati ini. Kita tidak pisah, kita akan kembali jika pohon ini masih tetap berdiri, hanya sekarang pohon ini sedang gugur katanya. Pohon? Iya pohon, pohon yang ditanam bersama-sama hingga akhirnya pohon ini harus berujung dengan daun yang berguguran. "Tapi kita tidak tahu apa nama pohon itu?" katanya.
All Rights Reserved
#94
andi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Little Girl : Love Story Begins [END]
  • Complete (END)
  • Tentang Rasa (TAMAT)
  • Hujan dan Angin
  • Untung Sayang
  • SUMMER RAIN
  • DEAR LOVE
  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • Fuck Boy

Younghoon terdiam, pelan-pelan mengelap tangannya yang lecet-lecet setelah ribut dengan anak sekolah lain ke celana bahannya sendiri. Matanya lagi-lagi mengerjap, mencoba memastikan keadaan perempuan kecil yang tengah terduduk bersandar di bawah pohon. Perempuan kecil itu tampak ketakutan melihat Younghoon. Jelas aja! Younghoon benar-benar berantakan sekarang. "Orang tua lo kemana?" tanya Younghoon, dengan pipi lebamnya yang menambah aura menakutkan dimata perempuan kecil bergaun putih ini. Hening. Terus hening sampai akhirnya perempuan kecil itu menangis sesenggukan. Younghoon sekarang bingung harus apa dan langsung menggendongnya, membawanya masuk ke dalam mobil miliknya dengan kaca belakang yang pecah karena ulah anak-anak sialan itu. Sampai di dalam mobil, anak kecil itu masih menangis. Sementara Younghoon sibuk mencari tisu basah yang memang jarang terlihat di mobilnya. "Udah, jangan nangis. Lo sama gue sekarang, artinya gue bakal habisin siapa aja yang ganggu lo. Enak kan jadi anak gue?" Sialnya, gadis kecil itu semakin menangis dengan keras. Younghoon sendiri heran kenapa dia masih sabar menghadapinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines