Story cover for POHON by AnisaNA
POHON
  • WpView
    LECTURAS 594
  • WpVote
    Votos 36
  • WpPart
    Partes 19
  • WpView
    LECTURAS 594
  • WpVote
    Votos 36
  • WpPart
    Partes 19
Continúa, Has publicado dic 13, 2016
Dia adalah lelaki yang sangat aku sayangi, lelaki kedua setelah ayahku dan dia lelaki hebat seperti ayahku. 

Sayangnya, lelaki itu tidak akan pernah bisa selamanya bersamaku, disampingku, dan menemani hariku lagi. Dia tidak pergi, dia ada disini, ya dihati ini.

Kita tidak pisah, kita akan kembali jika pohon ini masih tetap berdiri, hanya sekarang pohon ini sedang gugur katanya. Pohon? Iya pohon, pohon yang ditanam bersama-sama hingga akhirnya pohon ini harus berujung dengan daun yang berguguran. "Tapi kita tidak tahu apa nama pohon itu?" katanya.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir POHON a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#209andi
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Untitled 2017  [Ongoing] de Sandrialova
11 partes Continúa
Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?
Putih & Abu-abu  de lovelysunsett
22 partes Concluida
Satu hal yang Anne tidak sukai dari kehidupan SMA, tentang sombongnya anak borju, belagunya the most wanted, ngesoknya senior, dan menyeramkannya geng kapak. Perjalanan kisah SMA-nya dimulai ketika ia bertemu dengan Dandy yang mempertemukannya dengan Agil. Agil merupakan senior agit idaman semua Adek kelas perempuan. Selain dia jago basket, rupanya yang tampan blasteran Indo Arab, katanya dia juga dingin sehingga jarang sekali dari mereka yang berhasil mengetuk pintu hati Agil. Dibalik sikapnya yang dingin, sekalinya dia mendekati perempuan pasti berakhir pada sebuah harapan yang palsu. Bukan, bukan Agil yang menjadi korban php, kabarnya Agil yang selalu nge-phpin banyak perempuan didekatnya. Oleh karena itu salah satunya hal yang paling dibenci Anne. Mereka yang dipredikati the most wanted, pasti memanfaatkan predikatnya itu hanya untuk menggaet banyak perempuan cantik di belakangnya. Tetapi semua berbeda ketika Anne berkesempatan untuk mengenal Agil lebih dekat. Dan banyak sekali rahasia yang Anne baru ketahui setelah itu. Nyatanya semua tidak seperti yang Anne pikirkan selalu buruk. Akhirnya Anne harus terjebak pada perasaannya yang aneh, akibat dari rasa bencinya yang perlahan mulai tumbuh menjadi benih-benih cinta disela kedekatan mereka. "Lo tuh aneh ya Gil, nggak pasti! Udah? Nggak ada yang mau diomongin lagi kan?" tutur Anne tegas. "Setahu gue, cewek nggak suka kalau ditinggal pergi tanpa kepastian. Intinya gue sayang sama lo, udah pasti kan?" -Kai Agil Pratama. If you want the truth, ask something! Because grey cannot shine without Black and White.
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
Untitled 2017  [Ongoing] cover
Only You Can Love Me This Way (ON GOING) cover
Hujan dan Angin cover
Putih & Abu-abu  cover
Untung Sayang  cover
MUTE BOY [MARKHYUCK]✔ cover
SUMMER RAIN cover
Pohon harapan kita berdua cover

Untitled 2017 [Ongoing]

11 partes Continúa

Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?