A6C
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 16, 2019
Enam perempuan ajaib dengan berbagai karakter, Selalu di sudutkan dengan enam laki-laki tengil dengan berbagai karakter pula. mereka semua selalu saling beradu mulut dan otot bahkan pernah juga mereka membuat kericuhan di kantin dengan saling melemparkan makanan/saos/apapun yang bisa dilempar, untuk membela kubu masing-masing. Akibatnya, orang tua mereka masing-masing di panggil langsung oleh kepala sekolah, dan pulang dengan tangan yang menjewer telinga anak mereka masing-masing sambil mengomel. Tidak bisa di bebaskan gitu saja, mereka diberikan hukuman yang sangat unik dan 'menyenangkan' oleh sang kepsek. yaitu, membersihkan toilet sekolah setiap pulang dalam kurung waktu +/- 6 bulan. awalnya mereka melaksakan dengan berat hati, namun seiring berjalannya waktu mereka melaksanakannya dengan sukarela. ada apa gerangan??????
All Rights Reserved
#648
producex101
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH]
  • Imaginary Boyfriend
  • TOXIC!
  • TENDER✔ [ COMPLETE ]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • AGATHA (Ketua OSIS Galak VS Bad Boy Nyebelin)
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Eramnesia

Prekuel 'Still The One' "Terlalu banyak hal yang aku takuti, merasa lelah dan tak bisa meraih mimpi. Dunia terlalu kejam untuk aku yang takut sendiri." - Mayang Eira Calista *** Ini tentang Aby dan Maya, yang terpaksa harus menikah di penghujung masa SMA karena kejadian salah paham yang menimpa mereka. Semuanya terjadi begitu saja, mereka kepergok tidur bersama di kamar Maya. Menikah muda dengan status masih SMA tidaklah mudah, apalagi setelah kejadian itu hidup keduanya benar-benar berubah. Banyak rintangan yang harus mereka lewati berdua, melanjutkan hidup tanpa bimbingan orang tua, atau orang-orang terdekatnya. Keduanya terluka, sama-sama kehilangan rumah tempatnya pulang. Jika rumah Maya sudah hancur jauh lebih lama sebelum kejadian itu, berbeda dengan Aby yang dipaksa pergi karena tak dipercaya lagi. "Lo bisa percaya sama gue kan, May?" "Percaya apa?" tanya Maya tak mengerti. "Mungkin kehidupan kita akan lebih sulit ke depannya, apalagi dengan status kita yang suami istri dan juga pelajar. Orang akan menilai kita dengan sebelah mata, kalau tau. Tapi, apa pun yang akan terjadi nanti, gue akan berusaha untuk terus jagain lo. Berusaha untuk membuat lo tetap baik-baik aja bersama gue. Untuk itu, gue tanya. Apa lo bisa percaya sama gue?" "Gue bisa percaya, selagi lo nggak akan tinggalin gue. Gue takut sendiri, By." "Lo nggak akan pernah sendiri, gue nggak akan tinggalin lo." Pada saat itu, semuanya dimulai. Mampukah mereka menjalani hari-hari terberatnya? Apalagi, ketika tahu Maya hamil. Apakah Aby dan Maya bisa menerimanya? •Rumah Sepasang Luka• 18+

More details
WpActionLinkContent Guidelines