SHENILFA [COMPLETED]

SHENILFA [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 37,147
  • WpVote
    Votes 2,256
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Mereka memang gila. Sue Dan semacamnya. Akhseen sedari dulu membiasakan dirinya untuk slalu melestarikan adat istiadat. Seperti nama panggilan daerah dan dengar dia sangat bodoh tak seperti Abangnya. Adfan, dia sangat menyukai wanita itu hingga beberapa tahun berlalu dia tetap saja menunggunya. Walaupun banyak kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi tapi diakan hebat. Ia, mengumpakan kesabaranya itu sebagai uang. Adfan sangat pandai menabung. Bukan begitu ? Hingga semuanya terungkap. Adfan mulai membuat sebuah rencana, yang pasti saja rencana itu akan gagal. . "Apakau masih mau berbulan madu dengan ku?" Akhseen langsung manatap kesal kearah Adfan. "Tenang sayang, di rumah, kita akan melakukanya bebas sesukamu, bebas se lamamu, bebas seberapa kalipun asal bersamaku." Dan sekrang Akhseen sudah berdiri menatap garang kepada Adfan. Adfan yang di tatap seperti itu mulai menyeringai. Ia menikmatinya. "Tadi kau bersikap acuh tak acuh, dan sekarang apa ?" Akheen mulai melangkah kan kakinya. "Apa?" balas Adfan masih tetap membalas tatapan Akhseen. "Kau membalas ucapanku?" Adfan langsung menangkub bibirnya. Lagi-lagi Akhseen memberengut. "Ish, apa harus kau menunjukan wajah imutmu itu." Dengus Akhseen sembari bersedekap dada. UPDATE SEMOODNYA!!!
All Rights Reserved
#89
gila
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Obsessed : Project IRIS
  • Sleeping With My Boss
  • Rex Vester 0.2 | Joshua Hong ✔
  • Burning Boundaries [REVISI]
  • Love in Difference
  • Arsyilazka
  • AYDEN ALFINO
  • Secrets and Agreements
  • SO PRECIOUS (PART COMPLETE)
  • AL - TA [END]

"They didn't fall in love. They were programmed." - - - Aeliana tumbuh sebagai wanita yang terlihat sempurna-tenang, cerdas, elegan. Namun ada bagian dari hidupnya yang hilang. Dikubur terlalu dalam untuk diingat, terlalu berbahaya untuk digali. Ketika bayangan masa lalu mulai bergerak, Ael menemukan dirinya terjebak dalam jaring rahasia bernama Proyek IRIS-sebuah eksperimen yang menyentuh batas kemanusiaan, emosi, dan kendali pikiran. Di antara pengkhianatan, manipulasi, dan obsesi yang membara, Ael harus berhadapan dengan dua pria yang mengikat takdirnya: Kael Renata-pria yang seharusnya ia lupakan. Elion-pria yang menolak melepaskannya. Di dunia tempat cinta bisa menjadi senjata, dan kebenaran berarti kematian, satu pertanyaan tak pernah berhenti menghantui: Apakah emosi yang ia rasakan benar-benar miliknya-atau hasil dari sebuah proyek yang tak pernah gagal? *** "Lepaskan aku," katanya tegas. "Kau tidak berhak mengatur hidupku. Atau hidup Kael." Untuk sesaat, Elion terdiam. Lalu rahangnya mengeras. "Berhak?" ulangnya rendah. "Aku yang memastikan namamu tidak dihapus saat eksperimen gagal. Aku yang mengalihkan perhatian sistem ketika datamu seharusnya dimusnahkan." Ia mendekat lagi, suaranya nyaris geraman. "Kau hidup karena aku mengizinkannya, Ael." Napas Ael tersendat, tapi ia tetap menatap Elion-keras kepala, menolak runtuh. "Kalau begitu bunuh saja aku," bisiknya. "Tapi jangan pakai Kael untuk mengendalikanku." Detik itu juga, tangan Elion menegang. Otot rahangnya menonjol. Matanya menyala oleh sesuatu yang lebih liar dari amarah-sesuatu yang mendekati kehilangan kendali. - - - Haloo teman-temaann, Cerita ini sama seperti sebelumnya, namun ada beberapa paragraf yag aku perbaiki dan terdapat sedikit perubahan Adegan dan Dialog, cuman ga ngerubah alur cerita kok. Selamat Membacaa...

More details
WpActionLinkContent Guidelines