RaySha

RaySha

  • WpView
    Reads 16,609
  • WpVote
    Votes 758
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 1, 2018
[C O M P L E T E D] Bagi Ray, mengejar Irasha seperti mengejar arus sungai. Tak tersentuh. Dan tak tergapai. Dia terus berjuang tanpa peduli Irasha yang terus menjauh. Sampai akhirnya, takdir mengizinkan Ray untuk memiliki Irasha. Saling mencintai, saling menguatkan, dan saling membagi. Tanpa menyadari banyak masalah yang akan menimpa mereka. Mungkinkah mereka akan bertahan? Selamat membaca :)
All Rights Reserved
#95
kids
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • secret AMIRA (END)
  • CLOSER
  • Waktu?
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Arka & Aira (END)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Troublemaker (Tamat)
  • ASRAR|
  • AREANO

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines