Zerophobia

Zerophobia

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 13, 2016
WpInfo
Fiction
Mystery
Kau melangkah mundur hingga seluruh lemari pendingin itu masuk ke dalam tangkapan netramu. Tembok dingin di belakang seakan menahan agar kau tak dapat melarikan diri. Kau balas menentang satu persatu mereka yang tengah menatapmu sayu. Terasa nyeri ketika kau merasakan kekosongan yang begitu menyayat. Membuatmu menutupi wajah agar tangan-tangan sialan bernama kesepian itu pergi. Perlahan tanganmu bergerak turun. Menyusuri leher, menyapu dada, melewati gundukan payudara, lalu melingkari perut. Kau peluk tubuhmu yang perlahan gemetar.
All Rights Reserved
#2
nuree
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • Kapan Kau Kembali?
  • Noir
  • Creepy Horor
  • DINESCHARA✔
  • LOST SIGNAL
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Mencintai dalam diam

⚠️ DILARANG MENYALIN CERITAKU❗️ - Aku tumbuh dalam dunia yang sejak awal terasa pincang-tanpa sosok ayah, tanpa genggaman tangan yang menuntunku melewati masa kecil yang seharusnya hangat. Yang ada hanya keheningan, pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah mendapat jawaban, dan ruang kosong yang tak bisa diisi oleh siapa pun. Hidup mengajarkanku untuk menjadi kuat bahkan sebelum aku tahu arti kekuatan itu. Aku melihat ibuku berjuang sendirian, matanya menyimpan luka yang tak ia ceritakan, sementara aku belajar memahami kesedihan dalam diam. Aku tumbuh dengan beban yang tak seharusnya kupikul, memendam semua yang sakit, dan melangkah dengan luka yang tak terlihat. Ini bukan sekadar kisah tentang kehilangan, tapi tentang bagaimana aku bertahan. Tentang bagaimana aku menemukan caraku sendiri untuk berdiri di dunia yang terasa asing dan kejam. Tentang bagaimana ruang kosong dalam diriku perlahan berubah-bukan menjadi penuh, tapi menjadi bagian dari siapa diriku sekarang. "Sepotong Kekosongan" adalah kisah perjalanan seorang anak yang kehilangan sosok yang seharusnya ada, bertahan di tengah kesepian, dan menemukan kekuatannya sendiri di antara luka-luka yang tertinggal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines