SAD WIND [completed]

SAD WIND [completed]

  • WpView
    Reads 7,368
  • WpVote
    Votes 231
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Sat, May 8, 2021
Aku membuka mataku pelan-pelan. Kutemukan sepasang manik hazel mensejajari manik coklat gelapku. Pelan-pelan ia tersenyum. Matanya masih menatapku sedangkan aku sudah mengerjap beberapa kali. "Apa kamu bahagia?" tanyanya setengah berbisik. Pertanyaan yang sederhana, tapi lidahku kelu begitu saja, tak mampu mengeluarkan jawaban apa-apa. Aku menunduk sambil menepikan surai hitamku ke belakang daun telinga. Sepasang Vans navy-nya masih berada tepat di depan sepasang balet abu-abuku. "Apa kamu tidak ingin jatuh cinta lagi dan bahagia?" tanyanya sekali lagi, membekukanku lagi. Pelan-pelan wajahnya mendekat. Aku bisa mencium aroma mint yang selalu hinggap di bahunya. Tapi lekas sepasang balet abu-abuku bergerak mundur. "Cinta dan bahagia adalah dua hal yang berbeda. Aku mencintainya, meskipun tidak bahagia," kataku pelan, seraya menatap matanya dalam. Ia mendengus sambil tertawa pelan. "Kamu--" "Tidak," potongku cepat. "Dia membuatku bahagia, kadang-kadang," lanjutku, dan sesaat kemudian kakiku memutar arah. Aku berjalan meninggalkan pantai, meninggalkan sepasang Vans navy-nya, meninggalkan sepasang manik hazelnya, juga raut wajahnya yang berusaha kulenyapkan dari kepalaku. Ya, aku bahagia. Aku bahagia berjalandi tepi pantai bersamanya. Tapi ada seseorang yang tak bisa kutinggalkan.
All Rights Reserved
#106
cerbung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Restart In Italy
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Be My Lover [END]
  • Semu [Completed]
  • ABIAN HALA
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • Segitiga [END]

[ COMPLETED & PRIVATE ] Kepercayaan Vanya terjun bebas ke bawah setelah melihat Alex bermain dengan wanita lain. Bukan hanya kepercayaan, kasih sayang, kesetiaan, rasa Cinta yang melekat, semuanya pupus perlahan. Jauh-jauh ke Spanyol dan melihat kejadian seperti itu dengan sangat jelas Vanya hancur sejadi-jadinya malam itu, melarikan diri ke club malam dan minum berkali-kali, sampai ia mabuk berat karena kadar alkohol yang tinggi Dan bertemu Raymond, awalnya Vanya pembuat susah bagi Raymond. Vanya hanya akan selalu Menyulitkan bagi Raymond. Alex yang selalu mengejar Vanya untuk meminta balikan, tapi hati Vanya selalu menolak dengan otaknya yang terkadang setuju. Vanya bimbang. Ragu. Bingung. Dan Raymond yang sulit dibaca. Vanya memutuskan untuk mengulang semua dari awal di Italy, biarkan hati ini luka, dengan goresan yang mendalam dan ketidakmampuan dirinya sendiri untuk mengobati luka itu. "Itu memang benar adanya, tapi aku sudah terlanjur, terlanjur lewat dari batas kehidupanku." terjadi jeda sebentar, "Dan menetap di kehidupanmu." tatapan mata lawan bicara nya tidak pernah lepas dari manik mata Vanya. Dia tidak pernah sekalipun berpaling. Dan Jawabannya yang sangat tegas. Dengan sekuat tenaga, Vanya berusaha menahan air matanya agar tak tumpah lagi di hadapan cowok itu, walau nada bicaranya sudah gemetar. "Kalau begitu keluar. Keluar dari kehidupanku." ©copyright 2016 by Bigwhiteroom

More details
WpActionLinkContent Guidelines