We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Programmer

The Programmer

  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 16, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Ketika dunia hanya melihat gelap adalah malam dan terang adalah siang, programmer melihat semuanya merupakan keindahan. Dunia penuh dengan logika if dan else, dan hanya sebuah perulangan yang memiliki tipe datanya masing-masing. Bergerak dengan suatu perintah yang dipatuhi setiap hari untuk mendapatkan keinginan, mereka menyebutnya pekerjaan. Ketika manusia dapat bergerak bebas, tanpa ada batasan yang seharusnya memang tidak jadi batasan. Kemudian tentang pekerjaan idaman dan tentang intuisi kehidupan, termasuk untaian kehidupan. Dimana harta berada disitu hati berada, cara normalnya dengan membuang waktu hari demi hari, pagi demi pagi, sore demi sore dengan kebosanan. Sejatinya itu normaly sistem kehidupan, ada pilihan lain? banyak, salah satunya programmer. Having fun to create something like a magic. Just superpower person that people think, I have no idea. Hi Programmer, prepare your heart and mind to set the world up. Then you got me! I am the Programmer.
All Rights Reserved
#45
programmer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NOESIS [END]
  • Cleaning Service di Dunia Bangke (Progresi LitRPG)
  • Virtual distancing
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Mission?
  • You Are My Omega
  • Just My Feelings

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =

More details
WpActionLinkContent Guidelines