Story cover for The Programmer  by 7majesty
The Programmer
  • WpView
    LECTURAS 122
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 122
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado dic 14, 2016
Ketika dunia hanya melihat gelap adalah malam dan terang adalah siang, programmer melihat semuanya merupakan keindahan. Dunia penuh dengan logika if dan else, dan hanya sebuah perulangan yang memiliki tipe datanya masing-masing. Bergerak dengan suatu perintah yang dipatuhi setiap hari untuk mendapatkan keinginan, mereka menyebutnya pekerjaan. Ketika manusia dapat bergerak bebas, tanpa ada batasan yang seharusnya memang tidak jadi batasan. 

Kemudian tentang pekerjaan idaman dan tentang intuisi kehidupan, termasuk untaian kehidupan. Dimana harta berada disitu hati berada, cara normalnya dengan membuang waktu hari demi hari, pagi demi pagi, sore demi sore dengan kebosanan. Sejatinya itu normaly sistem kehidupan, ada pilihan lain? banyak, salah satunya programmer. 

Having fun to create something like a magic. Just superpower person that people think, I have no idea. Hi Programmer, prepare your heart and mind to set the world up. Then you got me! I am the Programmer.
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir The Programmer a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#85programmer
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 7
Virtual distancing cover
Silent, Please! (Re-up) cover
Cleaning Service di Dunia Bangke (Progresi LitRPG) cover
CORETAN SI PELAJAR BODOH cover
Mutualism Symbiosis cover
You Are My Omega cover
|°MAFIA DAN GENG MOTOR°| END cover

Virtual distancing

8 partes Continúa

Udin: Lo masih suka ngirim meme gak? Nala diem. Mata fokus, hati bingung. "Ini cowok baru nyapa langsung tanya meme? Apa kabar dulu kek?" Tapi ya... itu memang Udin. Zaman dulu juga random-nya gak ada obat. Dia senyum kecil yang cepet ilang begitu mikir: "Gue beneran mau balesin dia lagi? Gak trauma, La?" Karena ya, dulu tuh Nala udah kayak customer tetap di restoran PHP: •Pesan harapan, •Dikirim kecewa, √Bayarnya pake overthinking. "Gue harus seneng gak, sih?' Dulu, Udin itu tempat dia kabur pas dunia nyata chaos. Tapi ternyata, cuma dia yang stay di dalam obrolan itu. Cuma dia yang invest feel. Cuma dia yang stay up mikirin lanjutan chat jam 3 pagi. Pas Udin tiba-tiba ngilang? Ya udah, Nala uninstall harapan. Log out dari rasa. Bersihin cache memori. Dari situ Nala belajar satu hal: expectation kills vibes. Tapi sekarang... Si Udin muncul lagi? "Ni orang beneran kangen? Atau cuma kehabisan konten di dunia nyata?"