Aku dan Perjalannku

Aku dan Perjalannku

  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, dic 15, 2016
WpInfo
No ficción
Langkahku tak sejauh dengan mimpiku, namun mimpiku adalah impianku, untuk mencapai semua perjuangku butuh waktu yang saat panjang untuk untuk sampai ke ujung waktuku. jika hari ini adalah hari terakhirku maka izinkan aku untuk berlari dengan cepat untuk menjemput impianku, diujung jalan sana. Dari desa akan membawa segala impian besar. Mencoba membuka setiap ruang sebagaimana bisa mempertahankan diri mempertajamkan pikiran, sebagaimana nanti apa yang didapatkan diperantauan bisa dirarakaan di kampung halaman, teruntuk keluarga terdekat. Dalam sebuah perjalanan di Kota Malang di mana saya belajar, tidak pernah berharap banyak dari langkah hari ini, terpenting saya bisa merasakan kemerdekaan dalam mencari, menerima, dan membawa apa yang didapatkan, pengetahuan, pengalamamln, dan cara bagaimana hidup di masa akan datang lebih berkembang memberikan sebuah kontribusi pada negara tercinta Indonesia.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DUNWICH
  • Impian Untuk Hidup (End)
  • MY CRUSH
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • REMEMBER 1.0
  • Sadness
  • Natura
  • Cinta Dua Arah ( On Going )✨
  • miskin harta kaya cinta
DUNWICH

"Jauhi gelapnya malam... dan indahnya bulan, jika kau ingin terhindar dari kutukan." Itulah yang dikatakan seorang peramal padaku beberapa bulan lalu. Saat itu aku hanya tertawa. Siapa yang percaya pada kutukan di zaman modern ini? Namun, semuanya berubah ketika aku pindah ke sebuah kota kecil di Amerika Serikat-tempat yang terasa terlalu tenang, terlalu asing. Ayahku yang keras kepala memaksaku meninggalkan hiruk-pikuk New York demi 'kehidupan yang lebih aman'. Awalnya semua baik-baik saja. Bahkan, aku bertemu seorang pria yang membuat detak jantungku kacau. Senyumnya hangat, matanya dalam-terlalu sulit untuk tidak jatuh hati. Tapi entah kenapa, bayangan kata-kata sang peramal mulai kembali menghantuiku. Saat malam turun, kota ini berubah. Ada sesuatu di balik kabut dan keheningan malam. Sesuatu yang mengintai. Sesuatu yang haus. Ketika saudara kembarku menghilang tanpa jejak, segalanya menjadi mimpi buruk. Dan pria yang kupikir bisa kupercaya... ternyata menyimpan rahasia yang jauh lebih kelam dari yang bisa kubayangkan. Kini aku berdiri di ambang dua pilihan: tetap bersembunyi dalam cahaya semu, atau masuk ke dalam gelap yang penuh bahaya untuk menemukan kebenaran. Apakah kutukan itu benar-benar nyata? Atau aku hanya menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih tua... dan lebih mengerikan?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido