Aku dan Perjalannku

Aku dan Perjalannku

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 15, 2016
Langkahku tak sejauh dengan mimpiku, namun mimpiku adalah impianku, untuk mencapai semua perjuangku butuh waktu yang saat panjang untuk untuk sampai ke ujung waktuku. jika hari ini adalah hari terakhirku maka izinkan aku untuk berlari dengan cepat untuk menjemput impianku, diujung jalan sana. Dari desa akan membawa segala impian besar. Mencoba membuka setiap ruang sebagaimana bisa mempertahankan diri mempertajamkan pikiran, sebagaimana nanti apa yang didapatkan diperantauan bisa dirarakaan di kampung halaman, teruntuk keluarga terdekat. Dalam sebuah perjalanan di Kota Malang di mana saya belajar, tidak pernah berharap banyak dari langkah hari ini, terpenting saya bisa merasakan kemerdekaan dalam mencari, menerima, dan membawa apa yang didapatkan, pengetahuan, pengalamamln, dan cara bagaimana hidup di masa akan datang lebih berkembang memberikan sebuah kontribusi pada negara tercinta Indonesia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REMEMBER 1.0
  • Sadness
  • The Goals Destiny
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾
  • Jeritan Malam - ketika keindahan menjadi sebuah ketakutan (SUDAH DITERBITKAN)
  • bertemu stranger
  • SATU JARAK ( END )
  • Natura
  • MY CRUSH

Imajinasi adalah sebuah kebebasan Maka singkirkan segala peraturan jika tak ingin disebut dikte Imajinasi tidak memiliki jawaban pertanyaan Maka bebaskanlah dari ruang dan labirin Jika sesuatu kemudian dituliskan dengan hal itu Selanjutnya simak dan selesaikan saja Tidak ada yang akan diceritakan sejak awal Karena semua dituliskan dalam keseharian Maka jangan berharap pada ledakan emosi Bukankah setiap hari tidak melulu penuh histeria? Adakalanya berjalan itu terasa lambat, datar dan menjemukan Ketika rasa bosan mulai menyusup... Hei, berhenti saja, tidak perlu memaksakan diri Imajinasi kembali diizinkan mengambil alih Lanjutkan saja seperti penjelmaan disana Jika sebuah jalan telah dibuka, akan ada banyak yang mengikuti Lalu mengapa melupakan bahwa jalan lain boleh saja diciptakan lagi Ada banyak hal yang bisa dibelokkan Ada banyak sosok yang bisa diwujudkan Maka berhentilah menjadi statis... That's my rule...

More details
WpActionLinkContent Guidelines