Hey Tuan Putri!

Hey Tuan Putri!

  • WpView
    Reads 439
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 7, 2019
Memikirkan mu sudah menjadi kewajiban untuk ku. Entah itu malam ataupun siang. Kamu satu-satunya yang akan akan selalu bersemayam dalam pikiranku. Begitupun dengan malam ini. Memikirkan mu sudah menjadi rutinitas. Sambil duduk di balkon loteng. Dengan hamparan bintang yang menyejukan pandangan. Hey! Lihat kumpulan bintang itu membentuk wajah mu. Tidak tidak, jangan merasa iri pada bintang itu, karna percayalah kamu yang paling bersinar terang untuk ku. (setelah mendengar lagu Payung Teduh, pure saturday, pygmy marmoset, danilla, Fiersa besari dan semua yang ada di laptop wkwk)
All Rights Reserved
#249
wattpad2019
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YOU
  • SADEWA ✔️
  • Romansa Senja
  • Rewind Love [Cerita Lengkap Ada di Aplikasi Kubaca]
  • Bianglala
  • Keyla | ✔
  • ANARAN
  • AYKA
YOU

Cerita lepas tidak dari sequel manapun ⚠⚠⚠ MENGANDUNG UNSUR DEWASA DAN KEKERASAN. 19+ Malam Biru Kanandrea Bertemu kamu adalah hal yang tak pernah aku duga, apalagi untuk dicintai lelaki seperti kamu yang tak pernah aku bayangkan. Beribu rasa sakit hati, amarah, kekecewaan semuanya bercampur menjadi satu. Tapi aku tak pernah sadar, jika diam-diam aku mencintai kamu. Namun saat aku sadar, semuanya sudah berakhir. Kamu pergi, kamu menghilang disaat aku tahu alasanmu sebenarnya. Akas Delvin Baruna Menunggumu di tempat yang sama membuatku lelah, mengagumimu diam-diam tanpa berani kuungkapkan cinta membuatku tahu bagaimana arti dari menunggu. Sebab kamu tak akan pernah tahu seberapa sakitnya aku melihatmu dengannya, aku hancur. Apalagi saat aku tahu dia ingin melukaimu, aku tak tega Sayang. Tapi kamu tahu? Perasaan cinta ini seiring dengan kebencianku padamu. Aku harap kamu akan mengerti suatu saat nanti. Sering aku bertanya pada sang Waktu, kenapa aku begitu mencintaimu? Kenapa? Padahal kamulah alasanku menderita selama ini. Tapi kenapa? Kenapa kamu tak pernah sadar jika rasa cintaku itu hanya untuk kamu? Kamu membenciku, kamu membuatku berlaku kasar padamu padahal aku tak ingin. Apakah kamu lebih bahagia jika kulepaskan? Maka pergilah, pergilah sejauh yang kamu bisa. Aku tak akan mengejarmu lagi. ©copyright_2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines