Global Breakdown

Global Breakdown

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 16, 2016
Bulan yang mengeluarkan cahaya merah di tempat yang di sebut dengan mimpi buruk. Di tempat yang di penuhi oleh api di setiap mata memandang. "Bisakah kau mendengarku?" (Jangan istirahatkan aku , jangan kau ikat aku, aku butuh kesempatan kedua untuk hidup)
All Rights Reserved
#996
lightnovel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • This is not the Past, This is Fantasy World!
  • Itsumademo
  • AhoBaka
  • Terlalu Rumit || END
  • Heart Beat Of Seirin-Sweet Trouble
  • Eternal Bond
  • Kanvas Terakhir di Langit Senja | Beomgyu
  • Little Devil | Complete |

Sunyi... Gelap. Dilangit hanya ada sinar putih yang mekar, seperti bulan, entah tak jelas apakah benar-benar bulan. Yang pasti semburan sinarnya menjalar seperti hamparan. Suara teriak ketakutan menggema disana. Disebuah lembah pegunungan yang berkabut emas. "Awas! ada sesuatu yang datang!" "Lari! Lari!" Ratusan orang berhamburan, berlarian, di lembah itu. Beberapa kelompok orang dengan raut kebingungan, akhirnya berhasil bersembunyi kedalam goa. ... "AAARGGHHHHHH..~ AKKHH...!" "JANGAAAN....TOLOOOONG.....TOOLO...OAAAKHH...- "..." Teriakan-teriakan tersebut mendadak mehilang. Mencekam! Suara semburan darah dari tubuh tubuh manusia terdengar bercampur dengan suara angin, berhembus dengan suhu gurun yang dingin, sangat mencekam! Setiap hembusannya kian menusuk adrenalin, diperparah dengan suara-suara aneh dari langit, terdengar layaknya suara lonceng kematian. DARAH BERCECERAN DIMANA MANA... "INI TERLIHAT SEPERTI FILM HOLLYWOOD, TUNGGU DULU INI BUKAN FILM KAN!??" Gumam seorang lelaki yang bersembunyi bersama beberapa orang di goa itu. "Mmm..monster apa itu..?" Sahut seseorang lelaki dengan suara parau dan kaki yang tak berhenti gemetar. "Ssst... pelankan suaramu!" Balas orang disebelahnya. Orang-orang yang bersembunyi, tak berani bersuara. "Satu, dua, tiga... haaah ada empat?? Ehh...?! lima monster...!!" Ada seorang lelaki yang berdiri dengan jarak kira kira 100 meter dari salah satu monster-monster itu. Kuzan. Lelaki ini memiliki sorot mata yang tajam. Alisnya terlihat seperti garis tegas, menunjukkan kesan wajah serius. Ia menatap waspada di sekitar lembah gelap yang diwarnai ceceran merah darah. Saat ini ia mencoba menahan fikirannya yang sedang berkecamuk. TENANG...TENANG... BAIKLAH... TETAP FOKUS... Kuzan terdiam dan berfikir keras , menggigit bibirnya. SEHARUSNYA KITA KEMBALI KE ZAMAN PURBA, JIKA INI BUKAN BUMI ZAMAN PURBA.. TEMPAT 'SIALAN' APA INI...?

More details
WpActionLinkContent Guidelines