Lima Kopi di Bawah Pohon

Lima Kopi di Bawah Pohon

  • WpView
    Reads 327
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 26, 2017
Di Los Angeles, Syahrul, seorang dosen muda yang mendapat beasiswa riset selama dua bulan di UCLA tiba-tiba didatangi seorang anak kecil mirip dirinya. Anak itu mengaku sebagai dirinya di alur dunia yang berbeda serta mampu menyingkap tabir masa depan. Dan anak kecil itu memprediksikan kalau Syahrul akan gantung diri karena suatu sebab. Kejadian di masa depan tersebut dapat dihindari dengan lima perjanjian. Lima butir perjanjian itu yang kemudian mengubah alur hidup Syahrul. Juga membawanya pada suatu kesimpulan tentang hidup, keberadaan, mati, untung-untungan, misteri waktu dan ketidakpastian.
All Rights Reserved
#118
filsafat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan Ingatan - Negeri Hujan Ingatan
  • Eternal Oath | Sylus • Love And Deepspace
  • mimpi yang menyatu ( REVISI )
  • Fae'ria World
  • A MEMORY BETWEEN US | HARQEEL [ON GOING]
  • Ethereal Inn: Secrets of the Moonlight Manor [End]
  • The Miracle Of Crystals

Di Kota Senja, tempat langit selalu temaram dan hujan tak pernah reda, Elian menjalani hidupnya dalam kesendirian yang ganjil. Ia merasa berbeda, dihantui kenangan-kenangan yang terasa asing, seolah bukan miliknya. Saat kota mulai "berbicara" padanya lewat anomali waktu, pantulan cermin yang hidup sendiri, dan pesan-pesan misterius yang muncul entah dari mana, Elian terseret ke dalam pusaran teka-teki yang mengancam kewarasannya. Sebuah poster dengan simbol spiral aneh, halaman koran tentang anak hilang yang membangkitkan rasa bersalah tak terjelaskan, dan rekaman suara ibunya yang penuh rahasia menjadi serpihan-serpihan puzzle yang harus ia susun. Setiap petunjuk membawanya lebih dekat pada kebenaran mengerikan tentang dirinya, ibunya, dan eksperimen misterius bernama ELR yang melibatkan hujan sebagai media. Ketika dunia di sekitarnya membeku dan suara-suara gaib memperingatkannya tentang waktu yang bukan miliknya serta ingatan yang tak bisa dipercaya, Elian sadar ia bukan sekadar remaja biasa. Di tengah realitas yang semakin pecah, apartemennya berubah menjadi mesin ingatan, dan bahkan buku hariannya menuliskan pesan-pesan dari tangan tak dikenal. Puncaknya, sebuah peringatan "JANGAN BUKA PINTU" muncul di jendela kamarnya, diikuti tiga ketukan misterius. Terjebak antara rasa takut dan keinginan untuk tahu, Elian harus memilih: mengabaikan semua kegilaan ini, atau membuka pintu menuju takdir yang mungkin akan menghancurkan semua yang ia yakini tentang hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines