We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
In The End

In The End

  • WpView
    Reads 6,437
  • WpVote
    Votes 720
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 13, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah kisah klasik yang menyerupai kisah Romeo & Juliet. Serupa tapi tak sama. Ben mencintai Ann. Ann mencintai Ben. Tapi sayangnya ada sebuah penghalang yang membuat mereka harus mengakhiri kisahnya. Layaknya takdir yang menolak mereka bersama. Apakah Ann akan tetap memperjuangkan kisahnya dengan Ben meski tau penghalang apa yang memisahkan mereka? Disaat yang sama, Diego datang menawarkan cinta yang tidak kalah besar dari cinta yang dipunya Ben. Bagaimana dengan Ben? Akankah dia berani dan siap melepas Ann? Dan membuka hatinya kepada Yerin, gadis yang tidak akan pernah berhenti mencintai Ben? "Bisakah keinginan manusia menentang keinginan semesta?"
All Rights Reserved
#252
miss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • About LOL (Losing Out Love)
  • KHALILA AND OTHERS
  • My Life And My First Love
  • EPIPHANY
  • Aku, Kau, dan Dia (Completed)
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • Effort 2 [ Completed ]
  • Melepas Cinta
  • Gadis musim gugur
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines