Paper Planes

Paper Planes

  • WpView
    Reads 417
  • WpVote
    Votes 174
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 15, 2017
"Vid, are we friends? Or are we more?" Vidi menarik nafas dalam dalam saat sebuah serangan yang dilontarkan Nasya secara tiba tiba mendarat tepat dihatinya. Kalimat itu benar benar menohoknya. "Gue gak pernah tau sebenernya kita berdua itu 'apa'. Tapi, we are just like what we used to be. Gue dengan Vanessa, dan lo dengan Adrian. Sesimpel itu, bukan?" Dan malam itu juga, harapan yang ia bangun hancur sia sia. Ia tersenyum, menyadari bahwa sudah tidak ada lagi celah untuknya. Mungkin benar kata orang awam, jika melepaskan kadang jauh lebih baik daripada mempertahankan. Namun, yang tidak mereka sadari, keduanya telah membohongi perasaannya masing masing.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • T.R.I.A.N.G.L.E.S
  • PEKA [BTBS - 1]
  • Cool Ketos💣[End -- Sudah Terbit]
  • Two The Most Wanted
  • My Enemy Ayna
  • A Twist Of Fate
  • Regret always comes later
  • Bucin (Completed✅)
  • Promise

"Wil, kalo aku suka sama kamu gimana?" Tanya Vava "Maksud lu apa Va?" Tanya Yerill yang tiba-tiba saja datang menghampiri Vava dan Wildan. "Aku suka sama Wildan Rill." Jawab Vava "Lu mau nikung sahabat lu sendiri. Lu tau kan gue suka sama Wildan." Ucap Yerill "Gue...." Ucap Wildan . . . "Bukan tentang apa dan siapa yang mau ngalah duluan. Tapi tentang apa dan siapa yang mau memaafkan terlebih dahulu." -Geonino Wildan Mahardika- . . "Terkadang lebih baik melepaskan daripada harus mempertahankan sesuatu yang menyakitkan." -Christabella Violin Pradipta- . .

More details
WpActionLinkContent Guidelines