1.2.Sign.

1.2.Sign.

  • WpView
    Membaca 55
  • WpVote
    Vote 18
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Feb 15, 2017
"Lo aneh tau nggak? "Lo? itu apa? "Apanya? "Ya, 'lo' itu maksudnya apa?" "Jadi lo bener - bener nggak tau bahasa manusia?" Dan dengan polosnya, pria itu hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya saja. Sangat jelas bahwa gadis di depannya ini terlihat sangat kesal. "Lo itu ya, sebenarnya makhluk apaan sih? Alien? atau apa? Udah ketuk - ketuk pintu orang di jam tengah malam begini. Terus sekarang, dengan bodohnya lo bilang kalo lo, nggak bisa bahasa manusia. Hhhh... sorry, gue nggak percaya." Dan hal selanjutnya yang dilakukan pria itu malah semakin membuat gadis di depannya menganga karena tidak percaya, bayangkan saja, pria setampan dan sedewasa itu, menangis. Ingat ME-NA-NG-IS. SUNGGUH DI LUAR DUGAAN!!!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#651
harry
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Stay (Away)
  • Ellara Le Runa
  • About Me & You
  • My Little Monster - Completed
  • RINDU | SOOKAI
  • Wishes: If a Star Falls || Siyu/Yusion
  • Together
  • ONE DIRECTION (Fan Fiction)
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan