Story cover for Radena by babeldotgam
Radena
  • WpView
    Reads 4,011
  • WpVote
    Votes 389
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 4,011
  • WpVote
    Votes 389
  • WpPart
    Parts 15
Ongoing, First published Dec 18, 2016
TOLONG BACA PART "BACA AJA"



Raden dan Dena. Dua insan yang saling mencintai, saling menyayangi, harus berpisah hanya karena satu orang. Dipertemukan kembali oleh dimensi waktu. Yang membuat Raden mendapatkan kesempatan kembali untuk berjuang. Namun, apakah pada akhirnya Raden akan merasa jenuh? Jenuh akan perjuangannya yang terasa sia-sia. Lalu, disaat Raden menyerah, dan berusaha menerima keadaan, Dena berjuang. Berjuang untuk cintanya. Akankah perjuangannya juga sia-sia?

                                        ****

"Aku tau kamu-pun akan merasa jenuh. Lalu perlahan-lahan jalan mundur. Menyerah. Tapi, dengan seiring waktu aku mulai menyadari kebodohan yang pernah aku buat dengan menyia-nyiakanmu. Lalu, apa salah bila aku ingin berjuang? Berjuang untuk mempertahankan kita. Kuharap, tak ada kata terlambat. Karena aku, masih teramat sangat mencintaimu.",- Dena

"Tak perlu. Kamu tak perlu berjuang. Karena berjuang itu menyakitkan. Biarkan rasa ini mati, terkikis oleh rasa kecewa-ku yang amat besar padamu.",- Raden



Graphic by @morsmordre-
All Rights Reserved
Sign up to add Radena to your library and receive updates
or
#32school-romance
Content Guidelines
You may also like
BarraKilla by novaadhita
64 parts Complete
LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!
You may also like
Slide 1 of 10
Semua Tentang Kita (STK) ✔️ cover
Behind Bullying [END] cover
As Time Allows cover
Strong Girl Michella (END)  cover
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover
RadenRatih cover
We Are One cover
BarraKilla cover
MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)  cover
ALSTARAN [END] cover

Semua Tentang Kita (STK) ✔️

78 parts Complete

(DILARANG MELAKUKAN COPY DALAM BENTUK APAPUN TANPA IZIN) SELESAI -78 CHAPTER. Kalian tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan? Mengenang. Yah, proses mengenang adalah hal terburuk yang pernah ada. Karena mengenang selalu menyeret kita untuk berjalan mundur. Perpisahan hanya 'kan meninggalkan kenangan yang membuat kita sulit lupa karenanya. Mengisahkan seberapa berisiknya mereka hanya dengan bertatap muka, seberapa kerasnya tawa, seberapa hebatnya tangis di antara mereka menghadapi betapa kejamnya takdir mempermainkan hidup. Seperti itulah kenangan. Bahkan, waktu pun takkan mampu untuk menghapus jejak yang telah kita gores bersama. Kenangan yang selalu membuat aku rindu. Kenangan yang selalu membuat aku mengatakan aku mengingatmu. Yah, kenangan itu adalah kalian. "Kalian itu alasan gua memahami definisi sayang tanpa rupa, keluarga tanpa darah." -Indri Raysilia Januar. Kritik dan Saran dipersilahkan. Karya : Indah_zrd Cover by : @indrindi13 /InArt