Radena
  • WpView
    Reads 4,030
  • WpVote
    Votes 389
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 16, 2018
TOLONG BACA PART "BACA AJA" Raden dan Dena. Dua insan yang saling mencintai, saling menyayangi, harus berpisah hanya karena satu orang. Dipertemukan kembali oleh dimensi waktu. Yang membuat Raden mendapatkan kesempatan kembali untuk berjuang. Namun, apakah pada akhirnya Raden akan merasa jenuh? Jenuh akan perjuangannya yang terasa sia-sia. Lalu, disaat Raden menyerah, dan berusaha menerima keadaan, Dena berjuang. Berjuang untuk cintanya. Akankah perjuangannya juga sia-sia? **** "Aku tau kamu-pun akan merasa jenuh. Lalu perlahan-lahan jalan mundur. Menyerah. Tapi, dengan seiring waktu aku mulai menyadari kebodohan yang pernah aku buat dengan menyia-nyiakanmu. Lalu, apa salah bila aku ingin berjuang? Berjuang untuk mempertahankan kita. Kuharap, tak ada kata terlambat. Karena aku, masih teramat sangat mencintaimu.",- Dena "Tak perlu. Kamu tak perlu berjuang. Karena berjuang itu menyakitkan. Biarkan rasa ini mati, terkikis oleh rasa kecewa-ku yang amat besar padamu.",- Raden Graphic by @morsmordre-
All Rights Reserved
#66
raden
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Bersamamu
  • SEBUAH KISAH DARI HATI YANG PATAH
  • ALSTARAN [END]
  • Strong Girl Michella (END)
  • Behind Bullying [END]
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • KIARILHAM【END】
  • RadenRatih
  • Because I'm Stupid (End)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines