Balas

Balas

  • WpView
    Reads 1,767
  • WpVote
    Votes 126
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing2h 10m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 8, 2017
Tubuh sasa itu melayang ke udara. Irfan sudah tidak berdaya. Makhluk kali ini lebih kuat dan memang bukan tandingannya. Barisan gigi yang runcing dan tajam mula menerkam. Irfan mengerang kesakitan namun tiada guna. Makhluk yang tidak memiliki sifat ihsan itu terus menerus membenam giginya ke dalam bahunya. Irfan tidak mampu memfokuskan dirinya. Tenaga tidak mencukupi untuk berhubung dengan minda makhluk durjana itu. Namun, tanpa disangka suatu kelibat seperti makhluk yang berupa bayang hitam terbang menikam dan menembusi kepala makhluk itu dari belakang. Makhluk itu menjerit dengan kuat sebelum hancur dan memercikkan darah hitam yang pekat likat. Tersemur darah pada baju Irfan yang sudah koyak itu. Matanya ligat melilau mencari punca serangan itu. Kelihatan seorang lelaki muda berbaju hitam dalam lingkungan umur Irfan dan agak tinggi lampai berdiri di sebalik pokok. Belum sempat dia mengenal pasti wajahnya, lelaki itu lantas bertukar menjadi bayang hitam dan terus ghaib meninggalkan Irfan dalam panahan persoalan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kepada Yang Telah Melangkah Jauh
  • X10 [END]
  • In The Silence, I Found You
  • Classmate.
  • Mawar Terakhir | (COMPLETED)
  • DUNIA EKSPERIMEN
  • Cinta Bersemi di Dunia Lain
  • Conquistador Vol. 2
  • ARC II: Era Sebelum Definisi

Begitu Elisa menyelesaikan sebuah novel yang berjudul Surat-surat yang Tak Sampai, dia tidak bisa menyembunyikan rasa kekecewaannya mengenai bagaimana penulis buku itu mengakhiri ceritanya. Cerita yang bertemakan cinta sepihak memang tak pernah memuaskan hati Elisa. Dan di buku itu, tokoh utama perempuan digambarkan sebagai sosok yang bersifat pendiam dan pemalu; hingga sampai akhir, perasaannya yang ditulis ke dalam banyak surat tak pernah sampai kepada sang pujaan hati; sebab semua disimpannya sendiri. Dan 10 tahun yang akan datang, sang tokoh utama malah tersiksa karena tindakan pengecutnya itu. Andai bisa, Elisa ingin sekali mencuri surat-surat itu lalu menyerahkannya langsung pada sang tokoh utama pria, agar hilang rasa gemasnya dan sang tokoh utama perempuan tak perlu memendam dan menyiksa perasaannya. Tetapi itu tidak mungkin, karena Elisa tahu bahwa cerita ini hanyalah fiktif belaka. Elisa juga tahu bahwa dia hanya terbawa perasaan, dia tutup novel itu dan bersiap untuk tidur. Tapi begitu dia membuka mata, dia tidak berada lagi di tempat tidurnya. Identitasnya berubah, dan dia malah bertemu nama-nama orang dari novel terakhir yang dibacanya itu. Awalnya, Elisa yakin bahwa ini hanya mimpi. Dia pun berbuat sesukanya. Tetapi jika benar ini adalah mimpi, bagaimana cara dirinya bangun dari sini? - Copyright © 2021 Namiasa Tanaka

More details
WpActionLinkContent Guidelines