The Reason

The Reason

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 19, 2016
"karena gue bisa menjaga hati gue dan nggak pernah memberikan hati gue pada siapapun, gue nggak sebodoh lo brengsek, satu lagi serius, gue nggak mau jadi tempat sampah buat curhatanmu" Balas Kaia, ini sangat berbeda dengan obrolannya dengan Abhi tadi pagi, walaupun tak cukup untuk dibilang baik tapi tadi pagi tak ada aura menegangkan seperti ini. Menatap Kaia instens, ego laki laki itu jelas terusik dan Insting penakluk dalam diri Abhi jelas bereaksi mendengar ucapan Kaia, "Ayo, kita berkencan dan lihat, apa kamu masih bisa menjaga hatimu" tantang Abhi. Kaia Pradisa bukanlah gadis lemah, entah berapa laki laki yang sudah mampir di hidupnya tak ada satu pun dari mereka yang bisa membuka hati Kaia , karena nyatanyanya hati gadis itu sudah dibawa mati seseorang dan lagi pula mematahkan hati orang juga hal yang biasa bagi Kaia, dan kalaupun nanti hati Abhi yang sudah patah itu harus hancur lebur, Kaia cukup akan tersenyum puas, maka dengan senyum menyeringa dia menyambut tantangan Abhi. "because Everithing happens for reason"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Perfect Love
  • Disguise... [END]
  • Informed Consent
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Sweet, But to Break it
  • THE DARK CEO (COMPLETED)
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines