Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
Tembakan Lelaki Borneo

Tembakan Lelaki Borneo

  • WpView
    LECTURES 156
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadTerminé lun., déc. 19, 2016
WpInfo
Fiction
Historique
Pertempuran Surabaya 10 November 1945 adalah pertempuran terbesar pertama yang pecah di bumi pertiwi sejak proklamasi dikumandangkan. Perang ini bukan hanya melibatkan pemuda Surabaya (Arek Suroboyo), tapi juga pemuda-pemuda asal daerah lain yang rela berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan. Inilah sepotong kisah unik seorang pemuda asal Borneo (Kalimantan) di tengah gejolak Surabaya 10 November 1945.
Tous Droits Réservés
#647
fiksisejarah
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Regen of Zonneschijn
  • Nyai Kantil
  • Antar!!!
  • Heart Escape💔
  • Aku Panggil Mereka : Mas!
  • Hantu Musala: Imam (SELESAI)
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • SARUNG MAN

[Published on Lunarbooks.id] Ketika seseorang berkata bahwa Areia adalah saudari tiri dari seorang raja di kekaisaran terbesar di dunia, Areia pikir ia sedang bermimpi. Ketika seseorang berkata bahwa Areia adalah titisan sesosok dewi, Areia pikir ia telah menjadi gila. Peperangan tak berakhir setelah kakaknya berhasil menduduki takhta. Tabir realita tersibak, sihir dan kekuatan ilahiah menyambutnya, dan pertempuran kembali menyingsing di cakrawala. Kali ini, jiwanya ikut menjadi taruhan. Tragedi. Takdir. Dua hal yang menambatkan Areia pada salah satu kesatria dengan rekam jejak paling berdarah seantero negeri. Saat masa lalu menghampiri, tanpa daya keduanya terseret ke dalam arus sungai lara tak bertepi. Kutukan, hukuman, sumpah, dan nubuat telah tersabda. Apa yang harus Areia lakukan ketika seorang penyihir mengatakan bahwa kehidupan ini ternyata bukanlah kehidupan pertamanya? Atau fakta bahwa nasib dunia kini berada di tangannya? Lalu, ke manakah semua ini bermuara?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu